logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 SEMARANG
Line

SUDUT PANDANG

Pembesaran Arwana Masih Menjanjikan

KALAU saja ekspor bisnis mebel yang dirintisnya 14 tahun lalu tidak kolaps akibat gempuran pesaing dari China, Vietnam dan India, mungkin Irwan Santoso masih bertahan di sektor ini. Lihat saja penjualan mebel China misalnya, harganya 50 persen lebih rendah dibanding Indonesia. Padahal bahan bakunya, menurut dia, merupakan kayu selundupan dari Kalimantan yang didalangi cukong Malaysia. ''Harga produk China yang murah tidak mampu tersaingi saat berbisnis mebel ataupun tas manik dari Bali.

Oleh karena itu saya berinisiatif mengembangkan pembesaran arwana,'' jelasnya usai pelatihan peluang bisnis arwana yang digagas Kadin Jateng di Gedung JDC, baru-baru ini

Membesarkan ikan hias seperti arwana bukannya tanpa risiko, karena ada kekhawatiran penyakit menular yang tidak segera diketahui, akan menyebar cepat dan menyebabkan kematian. Namun peluang ini tetap ditangkap Irwan, karena Super Red Arwana yang dibesarkannya punya banyak kelebihan dibanding ikan hias lain. ''Dengan ukuran panjang 7 cm bisa mencapai harga Rp 4 juta. Pembesaran hingga siap jual memakan waktu sekitar satu setengah tahun dengan ukuran 50-55 cm, harganya bisa mencapai Rp 10-15 juta,'' ujarnya.

Usaha penangkaran hanya dapat dilakukan di Pontianak sebagai satu-satunya tempat di dunia. Hal ini disebabkan kadar PH di Sungai Kapuas tidak dapat ditiru di mana pun. Meskipun ada yang berhasil di Jabar, hal itu kurang produktif. Selain untuk pasar domestik, arwana ini diekspor hingga ke Jepang, China, Taiwan, Hongkong, bahkan Amerika dan Eropa.

Aktivitas pembesaran ikan yang dilakukan di rumahnya Jl Halmahera Timur 22 Semarang dinilainya cukup berprospek karena ia telah bekerjasama dengan penangkar di sebuah peternakan arwana di Pontianak Kalbar. Sebagai gambaran, bibit ikan 7 cm seharga Rp 4 juta ditambah biaya pembesaran untuk makanan, obat, listrik, pekerja, totalnya sekitar Rp 4,9 juta selama 18 bulan. Padahal jika dilempar ke pasaran harganya bisa Rp 10 juta per ekor. (Modesta Fiska-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA