logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 EKONOMI
Line

Sekilas Ekonomi

Infoasia Bayar Obligasi

JAKARTA-Perusahaan yang bergerak di bidang informasi teknologi, PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG) melunasi obligasi senilai Rp 35 miliar yang jatuh tempo pada 23 Desember 2007. Menurut Direktur Utama Infoasia Didi pelunasan obligasi itu berikut pembayaran bunga selama 3 bulan yang berakhir pada bulan Desember ini. "Selama dua tahun ini, banyak pihak meragukan kemampuan perseroan dalam melaksanakan kewajiban melunasi utang, tetapi kami dapat melunasi obligasi tersebut," ujarnya dalam laporan yang dipublikasikan, Minggu (23/12).

Didi menambahkan, perseroan akan meneruskan rencananya menjadi operator telekomunikasi berbasis internet protocol. Perseroan kini sedang menyelesaikan pembangunan jaringan last mile yang berbasis kepada teknologi ke 3,5-4 di beberapa lokasi di Jakarta. Infoasia juga mendapat order penyedia jaringan last mile fiber optic untuk pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali. Melalui anak usaha PT Gemilang Putri Nusantara menyediakan seluruh jaringan last mile fiber optic di kawasan Nusa Dua Bali. (dtc-33)

2008, Penerbangan Melambat

SINGAPURA-Setelah mengalami kemajuan cukup pesat selama 2 tahun terakhir, industri penerbangan di Asia diperkirakan akan mengalami perlambatan pada 2008. Penyebabnya, karena krisis kredit perumahan di AS (subprime mortgage). Kapasitas industri penerbangan memang meningkat seiring maraknya pemesanan pesawat berukuran jumbo. Namun pengurangan karyawan akan memengaruhi industri ini pada tahun depan. "Perlambatan itu diperkirakan mulai terlihat pada awal 2008, ketika krisis kredit dan harga minyak yang tinggi mengganggu konsumen industri penerbangan," kata lembaga konsultan Centre for Asia Pacific Aviation seperti dikutip AFP, Minggu (23/12).

Lembaga itu meyakini efek dari krisis kredit yang telah menghantam Amerika Serikat dan Eropa itu, tinggal menunggu waktu saja untuk memengaruhi ekonomi di Asia. Asia saat ini merupakan lahan rebutan bagi 2 produsen pesawat, yakni Airbus dan Boeing untuk penjualan pesawat baru. Di kawasan ini, maskapai penerbangan banyak yang memesan pesawat baru dari 2 produsen itu. (dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA