logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 EKONOMI
Line

Kebijakan Ekonomi 2008 Diwarnai ''Window Dressing''

JAKARTA-Kondisi perekonomian tahun depan diperkirakan akan mengalami gangguan akibat perlambatan ekonomi global. Namun faktor negatif juga muncul dari dalam negeri, yakni persiapan pelaksanaan Pemilu 2009. Kebijakan di bidang ekonomi pada 2008 dikhawatirkan hanya bersifat untuk mempercantik kinerja anggaran (window dressing) dalam menghadapi pemilu 2009.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XI DPR Rama Pratama Minggu (23/12). "Iklim politik menjelang pemilu dan pilpres 2009 bisa memengaruhi pemerintah, sehingga kebijakan yang diambil nantinya diperkirakan hanya akan bersifat window dressing," ujarnya

Menurut dia, dengan kondisi pertumbuhan yang lemah pengaruhnya terhadap indikator mikroekonomi, pemerintah di tahun 2008 harus membuat terobosan kebijakan yang disertai komitmen untuk kemajuan sektor riil. "Jika tidak ada keberpihakan yang tegas terhadap kemajuan sektor riil, perekonomian 2008 hanya akan berjalan secara business as usual," ujarnya.

Untuk tahun 2007, Rama menilai meski pertumbuhan akan bisa mencapai target APBN-P 2007 sebesar 6,3%, perbaikan ekonomi yang terjadi hanya menyentuh level permukaan. Indikator makroekonomi memang terjaga, namun pengaruhnya lemah terhadap indikator mikroekonomi. Ia menunjukkan contoh angka pengangguran yang secara teori setiap pertumbuhan 1% akan membuka 200.000 lapangan kerja baru. Artinya tahun ini seharusnya terserap 1,2 juta pengangguran ke dunia kerja.

"Namun karena setiap tahun kita berhadapan dengan 2,5 juta pasokan tenaga kerja baru, maka masalah pengangguran masih tetap mengkhawatirkan," ujarnya. (dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA