logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 EKONOMI
Line

Kadin Minta Unit Khusus Sektor Logistik

JAKARTA-Sebagai urat nadi perdagangan, bisnis logistik masih menjadi permasalahan utama di Indonesia. Hingga saat ini, bisnis tersebut bukan merupakan sektor utama bagi perdagangan, baik domestik maupun internasional.

Demikian diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat kepada wartawan dalam Catatan Akhir Tahun 2007 Kadin Indonesia di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta beberapa waktu lalu.

''Sektor ini masih diperebutkan di bawah departemen mana, Departemen Perhubungan, Departemen Perdagangan, atau Kementerian Komunikasi dan Informasi? Pemerintah harus memastikan di mana bisnis logistik ini,'' ujarnya.

Menurut Kadin, kepastian itu menjadi faktor penentu datangnya investasi.

Untuk itu, Kadin merekomendasikan agar bisnis logistik dibentuk dalam satu unit khusus di bawah Departemen Perdagangan.

Pada tahun 2015, Indonesia bersama negara ASEAN lain akan terintegrasi dalam economic community. Logistik pun menjadi salah satu sektor yang kali pertama akan diintegrasikan.

Distribusi Logistik

Hidayat menyatakan, meski pemerintah telah berupaya menghapus berbagai pungutan yang memberatkan biaya logistik, persoalannya bukan semata-mata menyangkut ongkos angkut.

Kadin tetap menekankan agar pemerintah membuat kebijakan yang jelas untuk mengatur jalur distribusi logistik.

Di samping itu, Kadin juga meminta pemerintah fokus untuk menyelamatkan pasar domestik. Karena bukan tidak mungkin, dengan terintegrasinya pasar ASEAN, maka produk Indonesia akan bersaing dengan barang impor.

''Kami menuntut ada national action plan yang disusun pemerintah secara rinci, tahun per tahun, dan sektor per sektor. Tujuannya agar kita (pengusaha-red) tidak jadi korban, kalah dengan barang-barang negara lain,'' tambahnya. (J10-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA