logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Desember 2007 BUDAYA
Line

Botol di Konser SID

BOTOL dan sandal jepit beterbangan mewarnai konser Superman Is Dead (SID) di Taman Delta Taman KB, Jalan Menteri Supeno Semarang, Sabtu, (22/12) malam. Punker di Semarang menyambut dengan "panas" grup band beraliran punk rock asal Bali itu dalam acara "Mix n Loud" persembahan Marlboro Kretek Filter.

Taman Delta yang tak begitu luas tak dapat menampung ribuan penggemar yang didominasi kaum muda. Apalagi para punkers selalu berjingkrak-jingkrak mengikuti irama musik cadas yang dibawakan grup berkarakter kuat itu.

Maklum, kelompok musik yang digawangi Jerink (drum), Bobby Kool (vokal & gitar), serta Eka Rock (bas) baru kali pertama tampil di di Kota ATLAS. Apalagi pertunjukan itu digratiskan, sehingga mampu menarik animo luar biasa para penonton.

Saking bersemangat, para penonton menembus barikade di depan panggung. Kericuhan hampir terjadi ketika beberapa penonton nekat melewati pagar yang dijaga ketat polisi. Untung, polisi sigap menjaga keamanan sehingga situasi tak lebh kacau.

Hampir sepanjang permainan Superman is Dead, botol dan sandal jepit beterbangan ke panggung. Beberapa kali sang vokalis, Bobby, menenangkan penonton. Dia meminta mereka menghentikan tindakan tak terpuji itu.

"Kami mohon penonton Semarang tertib. Kami akan menghentikan konser jika penonton tak berhenti melempar," ujar Bobby.

Aksi lempar botol menyurut. Konser pun berlanjut. Lagu demi lagu mereka nyanyikan dengan gaya khas. Namun, beberapa saat kemudian, botol dan sandal kembali beterbangan. Bahkan lebih kencang.

Jerinx, sang penabuh drum, maju ke depan panggung. Dia mengambil alih mikrofon dari Bobby dan menenangkan penonton yang makin beringas.

"Saya minta pengertian punkers Semarang untuk menghargai kami. Kalian harus merasakan bagaimana rasanya di daerah orang dilempari?" ucap dia.

Ya, ya, ketiga pemuda yang bertubuh penuh tato itu tampil trengginas dengan lagu-lagu hit. Mereka mendendangkan tembang "Bangkit dan Percaya", "Year of Danger", dan "Bukan Pahlawan" dibarengi kor penonton.

Tembang-tembang itu memang akrab di telinga punkers Semarang. Terbukti, mereka pun ikut menyanyikan hampir semua lagu yang dibawakan band yang baru saja tur ke Australia itu.

Konser yang sukses. Memang diwarnai lempar botol, lempar sandal, tetapi toh tak berlajut ke tindakan anarkis. (Moch Kundori-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA