SUARA MERDEKA
 
INDEKS BANYUMAS Rabu, 19 Desember 2007

PURWOKERTO - Kasus seorang PNS Setda Banyumas yang tepergok Panwas membawa gambar salah satu calon bupati dan wakil bupati mendapat tanggapan dari legislatif dan dan masyarakat. Menurut mereka, PNS atau pejabat yang terlibat dalam tim sukses atau mendukung calon sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, tetapi tidak ada tindakan tegas.

PURWOKERTO-Daftar pemilih tetap (DPT) mutakhir pemilihan bupati Banyumas belum bisa diumumkan karena terkendala masalah teknis. Mulai komputer terkena virus, data tidak bisa direkam, hingga tak punya printer.Selain itu, banyak data pemilih yang dobel serta pemilih sudah pindah domisili ke tempat lain tetapi belum dihapus. Masalah itu terjadi pada 27 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sehingga pengiriman data terbaru tidak bisa cepat dilakukan.

PURWOKERTO-Ketua PPK Somagede, Waslam Makhid, bingung harus minta ganti rugi kepada siapa atas pembelian printer. Saat mengajukan klaim ke KPU ditolak. Pihaknya memutuskan membeli printer seharga Rp 800 ribu karena printer milik kecamatan tidak bisa digunakan. ''Kami capai memasukkan data ke komputer,

PURWOKERTO- Menghadapi Natal 2007 dan Tahun Baru 2008, jajaran Polres Banyumas, mulai 22 Desember hingga 2 Januari menggelar Operasi Lilin Candi. Polisi didukung unsur TNI diterjunkan melakukan pengamanan di gereja, pusat keramaian, objek vital, dan tempat hiburan.

BANYUMAS-Sekitar 770 warga Kecamatan Gumelar menyatakan belum puas terhadap hasil pembangunan selama ini. Mereka menginginkan di masa depan Kabupaten Banyumas sejajar dengan Kabupaten Purbalingga.

BUPATI dan wakil bupati terpilih harus memikirkan pendidikan. Saya berharap anggaran pendidikan naik sehingga biaya bisa murah tetapi kualitas meningkat. (H47-27)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA