logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 19 Desember 2007 SALA
Line

Harga Kebutuhan Pokok Naik

  • Jelang Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru

SOLO-Seluruh harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru 2008, kecuali daging sapi dan daging ayam, naik. Itu diketahui saat tim Pemkot sidak di Pasar Gede dan Pasar Harjodaksino.

Bawang merah yang semula harganya hanya Rp 4.500 -Rp 5.000/kg kini melonjak lebih dari 150 persen menjadi Rp 15.000 - Rp 20.000/kg. Harga bawang merah itu semula sama dengan bawang putih, namun bawang putih cenderung stabil Rp 5.000/kg. Para pedagang menduga, kenaikan harga itu disebabkan makin bertambahnya kebutuhan bawang merah sementara pasokan dari luar kota, utamanya dari Brebes, tersendat.

''Petani Brebes gagal panen karena sawahnya kebanjiran. Akibatnya pasokan bawan merah macet. Padahal bawang merah sangat dibutuhan untuk bumbu masak pada Idul Adha maupun Natal,'' kata Sugi, salah seorang pedagang di Pasar Gede.

Harga minyak goreng curah yang semula Rp 8.000/kg, rata-rata naik Rp 1.000 menjadi Rp 9.000/kg. Sedang minyak goreng bermerek rata-rata juga naik Rp 1.000 menjadi Rp 11.000/kg yang semula Rp 10.000/kg.

Harga beras super 64 atau C4 super yang semula Rp 5.500 rata-rata naik Rp 500 menjadi Rp 6.000. Untuk harga telur ayam yang semula Rp 8.000 rata-rata naik menjadi Rp 9.000 per kg.

Bagaimana dengan daging sapi dan daging ayam? Daging sapi yang semula Rp 50.000/kg, harganya tetap. Demikian juga dengan harga daging ayam yang juga tetap Rp 15.000/kg.

Stabilnya harga kedua jenis daging itu diperkirakan makin sedikitnya permintaan menjelang pembagian daging kurban saat Idul Adha. Menurut Plh Kepala Disperindag PM, Saryanto Joko Pangarso, sebenarnya harga minyak goreng baik curah maupun bermerek tidak perlu naik. Sebab pasokannya cukup dan distribusinya lancar. ''Kenaikan ini kemungkinan spekulasi kecil-kecilan para pedagang menjelang hari raya,'' katanya.

Terkait dengan kenaikan harga beras, kata Joko Pangarso, Bulog Subdivre III Surakarta akan melakukan operasi pasar. Dalam operasi pasar itu Bulog mendistribusikan 219 ton beras di lima kecamatan. ''Beras itu untuk masyarakat miskin (raskin) yang dijual Rp 1.600/kg.'' (G8-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA