| Rabu, 19 Desember 2007 | OLAHRAGA |
Bola "Pintar" Jadi SorotanYOKOHAMA- Penggunaan bola "pintar" dalam Piala Dunia Klub 2007 mendapat respon beragam dari tim-tim peserta kejuaraan itu. Bos AC Milan Carlo Ancelotti menilai pemainnya tak mengalami masalah dengan bola yang juga dijuluki bola bionik tersebut. Tapi, gelandang Milan asal Belanda Clarence Seedorf menyatakan bola terlalu sulit dikontrol. Bola yang dirancang Adidas itu dilengkapi microchip di bagian dalamnya yang dapat memantulkan sinyal ke penerima di tangan wasit saat melintasi garis gawang. Bola tersebut sengaja dirancang agar tak ada lagi kontroversi mengenai gol seperti yang terjadi di final Piala Dunia 1966 serta di ajang domestik di Eropa dan Amerika Selatan. Jika bola melintasi garis gawang alias gol, wasit akan langsung mengetahuinya. "Untuk alasan teknis, kami jelas harus terbiasa dengan lintasan bola. Secara umum pemain mampu menendang dengan baik. Hanya saja bola sedikit sulit dikontrol. Kita bisa menembak dengan baik, tapi penjaga gawang kesulitan menangkap bola," kata Seedorf. Bos Boca Juniors Miguel Angel Russo menyebut salah seorang beknya, Hugo Ibarra, tak terkesan dengan bola berteknologi tinggi itu. "Ibarra tak terbiasa menendang bola seperti itu. Arah lintasannya dapat berubah," terangnya. Uji Coba Menurut Russo, jika penggunaan bola itu akan diberlakukan di seluruh ajang resmi, pemain seharusnya dilibatkan dalam uji coba. Dengan itu, mereka akan terbiasa sebelum laga yang sesungguhnya. Bola berteknologi tinggi itu kali pertama diuji pada Piala Dunia U-17 2005. Kemungkinan besar akan digunakan di Piala Dunia 2010. Cara kerjanya sederhana. Sistem di dalam bola menggunakan medan magnet untuk menghasilkan umpan balik yang cepat ke komputer pusat. Komputer dengan cepat akan melacak lokasi bola di lapangan dan mengirim data ke wasit. Semua proses itu berlangsung dalam hitungan sepersekian detik. "Bola ini sangat baik. Kami belum melihat perbedaan khusus dengan bola-bola buatan Adidas lainnya. Saya juga tak yakin lintasan bola berubah," jelas Ancelotti. FIFA sejauh ini belum menyetujui penggunaan bola "pintar" itu. Namun, hasil tes akan ditinjau sebuah dewan internasional, Maret tahun depan, untuk mengetahui kelayakannya. (rtr,H29-78) |