| Rabu, 19 Desember 2007 | OLAHRAGA |
Persis Hanya Tambah Satu Poin
SOLO - Persis Solo gagal memanfaatkan peluang laga kandang dengan dukungan penuh penonton saat menjamu Persiwa Wamena di Stadion Manahan, kemarin. Skuad berjuluk Laskar Sambernyawa itu tak mampu memenuhi target, meraup poin penuh demi menjaga kesempatan lolos Superliga 2008, setelah ditahan imbang 1-1 oleh tamunya. Hasil tersebut memaksa pasukan besutan Edward "Edu" Tjong harus puas dengan tambahan satu poin, sehingga total nilai yang dikemas dari 31 pertandingan hanya menjadi 42. Mereka pun tetap bercokol di peringkat 11 klasemen sementara Wilayah II. "Hasil ini mengecewakan. Tapi anak-anak sudah bermain bagus, cuma sayang penyelesaiannya terburu-buru," kata Edu. Seperti diprediksi sejak awal, duel berlangsung panas. Persiwa lebih dulu unggul melalui kaki Pieter Romaropen menit 10. Kesalahpahaman barisan pertahanan tuan rumah yang tak melakukan pressing ketat, mengakibatkan Romaropen lolos dan melepaskan tendangan silang yang membobol gawang Wahyu Tri Nugroho. Tertinggal 0-1, anak-anak Solo meningkatkan tekanan. Peluang diperoleh Lubis Syukur ketika mendapat umpan silang dari sayap serang Nurkholis Majid. Namun, sundulan pengganti Greg Nwokolo (absen akibat dibelit cedera lutut) itu melenceng dari gawang tim besutan Djoko Susilo. Tekanan Rudi Widodo akhirnya mengoyak jala tim "Badai dari Pegunungan Tengah". Dia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 16. Penyerang asal Pati itu mencocor bola umpan silang Nurkholis dari sektor kanan lawan, tanpa mampu dijangkau kiper Charles Woof. Kembang api dan petasan spontan meluncur dari tribun suporter Pasoepati. Laga sempat berhenti beberapa menit. Usai turun minum, tuan rumah meningkatkan tekanan. Beberapa peluang terbuka, namun tanpa penyelesaian akhir yang baik. Pada menit 58, Rudi yang lolos dari lini tengah memberikan umpan kepada Lubis yang selanjutnya menyodorkan bola ke gelandang serang Ebi Sukore. Bola tendangan kaki kiri membobol gawang Woof, tapi wasit Jajat Sudrajat asal Bandung menganulir karena asisten wasit Fahrizal M Kahar mengangkat bendera. Spontan Ketua Umum Persis FX Hadi Rudyatmo, Manajer Waseso dan Sekretaris Manajer Abraham "Bram" EWT mendatangi wasit cadangan Yesayas dan meluapkan kemarahan. Beberapa kali keputusan wasit Jajat sejak awal yang dinilai merugikan tuan rumah, menambah geram manajemen. Usai pertandingan, sang pengadil dikejar-kejar penonton. Bahkan pukulan pun dilepaskan ke arah wasit. "Ada asap pasti ada api. Sesabar-sabarnya manusia, pasti ada titik kulminasinya. Kalau pertandingan dipimpin secara baik, tak mungkin wasit dikejar-kejar. Kami minta maaf pada masyarakat Solo, dan kami akan bertanggung jawab," tandas Bram.(D11-22) |