| Rabu, 19 Desember 2007 | SEMARANG |
Warga Mayahan ''Tanam'' Pohon Pisang di Tengah JalanGROBOGAN-Warga Dusun Krajan Desa Mayahan Kecamatan Tawangharjo menggelar aksi keprihatinan ''menanam'' pohon pisang di tengah jalan raya Purwodadi- Blora Km 7 kemarin. Sedikitnya, 16 batang pohon pisang dipasang secara berderet di tengah jalan oleh warga.Aksi digelar, lantaran warga mengaku kesal melihat kondisi jalan yang selalu ambles, bergelombang, dan menyebabkan kecelakaan setiap hari. ''Bagaimana tidak prihatin, sedikitnya sepuluh orang selalu terjatuh di jalan ini setiap harinya. Saya terkadang sampai merasa lelah menolong mereka yang menjadi korban di tempat ini,'' papar Abdul Wahid seorang warga. Pemerintah, lanjut dia, diharapkan tidak perlu menunggu waktu lama untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak tersebut. Tokoh masyarakat setempat, Bambang Guritno mengaku, bisa menerima sikap warga yang melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan. Diperbaiki Pasalnya, sudah sejak lama jalan raya selebar sekitar tujuh meter tersebut dikenal sering memakan korban. Pemicunya, katanya, tidak lain berupa amblesnya separo badan jalan yang memanjang lebih dari 100 meter. Badan jalan yang ambles terletak di ruas sebelah utara, sehingga sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang sedang melintas dari arah barat. Ruas inilah yang tidak jarang membuat pengendara terperosok dan menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dia meminta jalan segera diperbaiki agar tidak timbul lagi korban di tempat itu. ''Pejabat Dinas Bina Marga Jateng harus melihat secara langsung kondisi jalan yang sesungguhnya. Agar tidak timbul korban terlalu banyak. Karenanya jalan tersebut harus segera diperbaiki,'' ujar dia. Sementara itu pihak Dinas Bina Marga langsung merespon aksi yang digelar warga. Dipimpin Kasubdin Bidang Program, Gunawan Sudarmaji, didatangkan sejumlah material dan bahan bangunan untuk penanganan darurat khusus ruas jalan yang rusak tersebut. Dinas Bina Marga, kemarin siang langsung mendatangkan material berupa batu hitam dari Mayong Jepara untuk menutup ruas yang diperkirakan rusak. ''Kita akan berusaha meratakan permukaan jalan yang ambles menggunakan batu hitam yang dikirim dari Jepara. Setelah itu dilakukan penutupan menggunakan aspal agar tidak lagi membahayakan pengguna jalan,'' jelas Gunawan. Selain itu, dinas juga akan memasang rambu lalu lintas agar pengendara berhati-hati apabila melintas di kawasan tersebut. Kapolres Grobogan AKBP Frederik Kalalembang melalui Kasatlantas AKP Yayat Syarif Hidayat membenarkan sering menerima laporan kecelakaan akibat kondisi jalan yang ambles dan bergelombang di kawasan itu. (H41-16) |