logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 19 Desember 2007 SEMARANG
Line

Tanggul Bringin Disangga Pasak Bambu

  • Perbaikan Bersifat Darurat

SEMARANG- Warga kemarin memperbaiki tanggul Kali Bringin di Kelurahan Mangkang Wetan yang jebol. Namun, perbaikan yang dilakukan secara gotong-royong itu masih bersifat darurat. Bagian tanggul yang jebol hanya ditambal menggunakan pasak bambu dan urukan tanah.

Ketua RW 5 Kelurahan Mangkang Wetan, Nur Ahmad mengatakan, warga harus bekerja keras melakukan penanggulan secara mandiri sejak Senin malam (17/12). Talut yang jebol sepanjang 10 meter menjadikan air meluap hingga masuk permukiman. Waktu tidur warga menjadi tidak tenang, pasalnya mereka khawatir ancaman banjir semakin meninggi secara tiba-tiba. Sebagian perempuan dan anak-anak pun mengungsi ke mushala terdekat. Banjir yang masuk ke rumah mereka menenggelamkan perabot.

''Kami hanya minta bantuan material, biar kami mengusahakan pembangunan sendiri. Tanggul di sekitar daerah ini seringkali jebol dengan titik lokasi yang berpindah-pindah, sehingga membuat banjir,'' katanya.

Berdasarkan pantauan, banjir menerjang di RW 5 dan RW 6. Sebagian rumah warga lantainya masih berupa tanah dan banyak area pekarangan, sehingga menjadikan jalan-jalan berlumpur. Selasa pagi banjir sudah surut dan warga yang mengungsi kembali ke rumah masing-masing. Sejumlah tenaga dari Pos Penanggulangan Bencana (P2B) DPW PKS Jateng nampak turun ke lokasi. Mereka membantu warga membersihkan rumah dan menanggul.

Kondisi tanggul yang jebol hingga muara saat ini hanya berupa tanah yang ditinggikan sekitar dua meter dari permukiman. Peninggian tanggul sebenarnya sudah dilakukan tiga kali, karena air sungai tetap meluap saat hujan deras. Namun, kali ini tanggul tidak kuat menahan derasnya aliran air. Diperkirakan lebar sungai di bagian muara yang menyempit menjadi penyebab kurang lancarnya aliran air sungai.

Siang kemarin, DPU bersama Komisi C DPRD Kota meninjau lokasi. Kepala DPU Nugroho Joko Purwanto mengatakan, pihaknya mengirim bantuan karung, pasir, dan batu sebagai upaya penanggulan. Material itu berasal proyek pembangunan talut Kali Bringin yang berada di sisi selatan tanggul yang jebol. Saat ini DPU sedang mengerjakan pembangunan talut Kali Bringin di Mangkang Wetan sepanjang 500 meter. Namun, hingga kini baru terbangun 200 meter. Ke depan pihaknya berencana meneruskan pembangunan talut hingga muara secara bertahap. ''Kami membantu warga dengan turut mengerahkan pekerja proyek untuk menutup talut yang jebol terlebih dulu. Selain material, kami juga mengirim truk dan begu,'' katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Agung Budi Margono mengatakan, seharusnya Satlak PB Kota membuat posko di lokasi tanggul jebol di Mangkang Wetan. Untuk membuat tanggul, warga kekurangan personel. Mereka kewalahan memikirkan pembangunan talut kembali dan membersihkan rumah.

Berharap Bantuan

Sementara itu, warga Kelurahan Tugurejo yang menjadi korban angin puting beliung berharap Pemkot memberi bantuan material bangunan. Hingga kemarin bantuan yang mereka butuhkan belum juga turun. Padahal, petugas dari kelurahan dan kecamatan telah mendata.

''Beberapa saat setelah bencana, Pak Lurah, Pak Camat, beserta jajaran di bawahnya meninjau ke sini. Ada yang mendata kerusakan tiap-tiap rumah. Harusnya pendataan diikuti dengan penyaluran bantuan. Sejauh ini bantuan baru berasal dari sebuah partai politik. Itu pun hanya berupa bahan makanan,'' kata Basuki (29), warga RT 6 RW 1 yang rumahnya rusak parah.

Selain bangunan, puting beliung juga merusakkan sejumlah barang elektronik milik warga, seperti televisi, tape reconder, dan VCD player. (H22,H6-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA