| Selasa, 18 Desember 2007 | SALA |
Subo Suko WonosratenTower Air di Lereng MerapiKLATEN - Warga di lereng Gunung Merapi takkan kesulitan air pada musim kemarau, seperti masa-masa sebelumnya. Tahun depan, pemkab akan mendapat bantuan satu tower (tandon) air besar dan 10 bak penampungan kecil, yang airnya bisa dimanfaatkan sepanjang musim kamarau. Bantuan senilai Rp 1 miliar itu dari sebuah perusahaan di Jakarta. Camat Kemalang Herlambang Joko Santosa mengatakan, detail engineering design (DED) sudah dibicarakan dengan penyandang dana. ''Konsep sudah disusun, tinggal tanah yang akan ditempati tower belum jelas,'' ujar dia, Senin (17/12). Dikatakan, bantuan itu akan sangat meringankan beban warga di 12 desa, yang setiap tahun kekurangan air pada musim kemarau. Air yang akan ditampung di tower itu akan diambil dari sumber air Sliling di Desa Keputran. (H34-58) 1.200 Orang Kesulitan Air BOYOLALI - Sebanyak 1.200 warga tiga desa di lereng Merapi kesulitan air bersih belakangan ini, gara-gara pipa jaringan air bersih sepanjang satu kilometer yang melintasi Kali Juweh ke desa-desa tersebut putus diterjang banjir. Ketiga desa tersebut adalah Jrakah, Klakah, dan Tlogolele. Pipa yang putus itu digunakan untuk mengalirkan air dari sumber atau tuk Sipendok di Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel dan sumber air Gunung Nganten, Dukuh Sepi, di Desa Jrakah. ''Padahal jaringan itu sangat vital,'' ujar Amin (56), warga Desa Jrakah, Senin (17/12) kemarin. Warga terpaksa menampung air hujan dengan peralatan seadanya. Namun, karena tak punya tempat penampungan, mereka tetap saja kesulitan mendapatkan air bersih.(G10-58) Rp 420 Miliar untuk PAUD KARANGANYAR-Pemerintah tidak main-main mengupayakan pendidikan anak usia dini (PAUD). Depdiknas, kata Drs Sukiman MPd, Kasubdit PAUD Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, kemarin, menganggarkan Rp 420 miliar untuk membantu. ''Dana itu akan dibagikan dalam bentuk block grant kepada 1.256 kelompok bermain (KB) masing-masing Rp 25 juta. Juga untuk bantuan lembaga sejenis sebanyak 4.298 pos, masing-masing Rp 8 juta.'' Ada pula bantuan bagi pembangunan 330 taman penitipan anak, masing-masing Rp 25 juta. Itu belum termasuk dana APBD Provinsi Jateng sebesar Rp 3 miliar untuk mewujudkan 1.000 pos PAUD pada tahun 2008, block grant Rp 5 juta untuk setiap pos, dan aneka bantuan lainnya. ''Pendidikan di lembaga itu memang lebih menitikberatkan pada permainan, tapi tidak sembarang bermain,'' kata dia. Justru salah besar jika pada usia dini itu, anak dijejali dengan berbagai program seperti baca dan tulis. Sebab anak akan tercerabut dari kodratnya menikmati permainan pada masa pertumbuhannya. (an-63) PSISra Jaring 44 Pemain SRAGEN- Tim pemandu bakat PSISra Sragen yang diketuai Djoko Sardjito dengan anggota Lilik Listyono, Anwar Sambudi, Purnawan Raharjo, Isdianto, dan Joko Santoso, berhasil menjaring 44 pemain untuk pembetukan Tim PSISra yang dipersiapkan ke kompetisi Divisi I PSSI tahun depan. Djoko Sardjito ditemui seusai final Piala Bupati di Stadion Taruna Sragen, Minggu lalu mengatakan, hasil seleksi merupakan pantauan Tim Pemandu Bakat sejak dimulainya turnamen Piala Bupati Sragen, 25 November sampai 15 Desember. Turnamen tersebut memang difokuskan untuk pembentukan tim, karena seluruh peserta dari 20 kecamatan merupakan penduduk Sragen asli. ''Saat kompetsi Divisi I PSISra akan tampil dengan pemain murni lokal,'' katanya. Sementara itu, Lilik Listyono yang juga mantan pelatih PSISra mengatakan, dari jumlah 44 pemain akan diciutkan lagi menjadi 26 pemain. Peciutan pemain akan dilakukan secara bertahap. (P44-42) New Pelita Juara Tersenyum Cup I BOYOLALI- Kesebelasan New Pelita Solo menjuarai Turnamen Sepak Bola Tersenyum Cup I, khusus usia 10 tahun, kemarin. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Pandan Arang, Boyolali tersebut mereka mengalahkan kesebelasan Tersenyum 2-0. Manajer Tersenyum, Suroto mengaku puas meskipun anak- anak asuhannya menderita kekalahan. Kemampuan anak asuhnya cukup solid. Sayang, mereka kurang sabar saat memegang bola. Selain itu juga kurang berani menyerang. Hal itu berbeda dengan lawannya yang berani mengambil inisiatif menyerang sejak awal. Barisan belakang juga rapuh dalam menjaga daerah pertahanan. ''Dua gol itu semua tercipta dari titik penalti karena terjadi pelanggaran,'' katanya. Dia mengatakan, meskipun kalah, kesebelasan Tersenyum mendapat hiburan setelah penyerangnya, Mahardika Candra Afandi menjadi top skor dengan mengoleksi 8 gol. Hal itu dinilainya sebagai prestasi yang bagus dan sekaligus memacu semangat untuk berlatih lebih giat.(G10-42) |