| Selasa, 18 Desember 2007 | PANTURA |
"Pilihlah Pemimpin, Jangan Pejabat"PEMALANG - KH Mustofa Bisri yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Mus menganjurkan kepada masyarakat Pemalang dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng jangan memilih pejabat, tapi pilihlah pemimpin. Menurutnya, memilih pemimpin artinya memilih orang yang benar-benar bisa memimpin, dapat menyejahterakan dan mengayomi rakyat. Sedangkan pejabat itu artinya belum tentu memiliki kualitas sebagai pemimpin. Apalagi jika memilih orang yang memberi duit, itu akan lebih gawat lagi. Hal itu diungkapkan dalam acara penyuluhan politik kepada elemen masyarakat dan sosialisasi pilgub 2008 di Pendapa Kabupaten Pemalang, kemarin. Selain Gus Mus dihadirkan pula narasumber staf pengajar magister ilmu politik Undip, Nur Hidayat Sardini dan Ketua KPU Kabupaten Pemalang, M Arif Effendy SSos. Gus Mus banyak menyita perhatian tamu undangan baik dari muspika, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda, parpol maupun ibu-ibu PKK. Karena itu ketika dibuka dialog banyak peserta yang bertanya kepadanya. Zubaedah dari PKK mengungkapkan,kurangnya partisipasi masyarakat dalam pilgub karena banyak janji calon dalam pilkada yang tidak terwujud setelah memimpin. Karena itu ketika diadakan lagi pemilu masyarakat tak bersemangat menyambutnya. Bahkan dalam pilgub nanti sudah ada tanda-tanda munculnya golput. Dididik Minta Duit Tetapi berbeda dengan pemilihan kepala desa (pilkades), masyarakat antusiasme menyambutnya. Karena panitia menganggarkan uang untuk mencoblos sebesar Rp 10.000 setiap pemilih. Bahkan penduduk yang boro kerja di Jakarta dijemput dengan disediakan kendaraan carteran. Menjawab hal itu Gus Mus mengatakan, partisipasi masyarakat, golput dan politik uang ada kaitannya. Masyarakat itu tergantung kepada pemimpinnya. Kalau pemimpinnya suka korupsi maka rakyatnya nyopet. Sebaliknya jika pemimpinnya punya perhatian kepada rakyat, Insyaallah rakyatnya akan menjadi baik. ''Bangsa ini sudah lama dididik untuk minta duit. Wong tidak dididik saja sudah pintar mencari duit. Apalagi dididik,'' ujarnya. Sementara Nur Hiayat Sardini mengatakan, biaya pilgub antara Rp 400 sampai Rp 500 miliar. Sayang jika nanti memilih gubernur yang kacangan. Sekarang memang sudah muncul beberapa nama calon. Tetapi diingatkan jangan memilih kucing dalam karung atau maling dalam karung. Acara yang diselenggarakan oleh Kesbanglinmas itu dibuka oleh Wakil Bupati H Junaedi SH MM.(sf-17) |