| Selasa, 18 Desember 2007 | OLAHRAGA |
Makanan Asia Dominasi Menu OlimpiadeBEIJING- Makanan Asia diperkirakan akan mengambil peran sepertiga dari total menu yang dipersiapkan dalam penyelenggaraan Olimpiade 2008 di Beijing, China. Sisanya berasal dari kawasan lain. Keputusan menu akhir yang disetujui akan ditetapkan 1 Januari mendatang. "Menu makanan Olimpiade telah lulus uji putaran pertama. Sejumlah pakar masakan dari berbagai negara telah memberi penilaian yang positif," kata Wakil Direktur Departemen Jasa Panita Penyelenggara Olimpiade Beijing 2008 (BOCOG) Xiang Ping, kemarin. Dia menyebut, daftar menu akan dikirim ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk memperoleh persetujuan akhir. Sesuai permintaan IOC, menu makanan selama Olimpiade akan mencerminkan selera internasional yang sesuai dengan konsep saling pengertian dan saling membagi. Menurut Ping, lembaga itu juga telah menyarankan untuk menghindari menu makanan tertentu terkait dengan agama. Karena itu, BOCOG tak ingin membentuk kawasan khusus bagi atlet dan ofisial berdasarkan suatu agama. Mereka hanya akan menyediakan makanan khusus. "Setiap atlet atau ofisial akan diberi kebebasan untuk memilih makanan yang disantap sesuai seleranya," terang dia. Seleksi Sistem pengawasan yang sangat ketat akan diberlakukan untuk bahan-bahan makanan selama proses produksi. Para pejabat berwenang akan mengawasi sampel bahan-bahan makanan untuk pengujian lebih jauh jika diperlukan. "Sebanyak 350 bahan makanan untuk Olimpiade mendatang akan diseleksi di bawah pengawasan dan pemeriksaan Kantor Keamanan Makanan Beijing. Pasokan juga akan diseleksi dengan menggunakan standar yang ketat," tandasnya. Dengan standardisasi itu, para pemasok harus lolos uji sebelum mereka dikontrak. Tak hanya pengusaha lokal, sejumlah supplier terkemuka dari Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang juga turut bersaing untuk memasok bahan makanan. (rtr,H29-78) |