logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Desember 2007 OLAHRAGA
Line

Kovalainen Tak Mau Nomor Dua

LONDON- Hengkangnya Fernando Alonso dan masuknya Heikki Kovalainen mungkin akan kembali memunculkan masalah internal di tim McLaren-Mercedes. Seperti Alonso, Heikki enggan dinomorduakan.

"Saya ingin mobil kompetitif yang bisa bertarung untuk meraih kemenangan dan gelar juara," tegas Kovalainen, kemarin.

Pernyataan itu mungkin akan mengejutkan kubu McLaren. Pasalnya, mereka terang-terangan akan menjadikan Lewis Hamilton pembalap utama.

"Lewis adalah fokus utama McLaren. Kami menaruh harapan besar padanya," ungkap Direktur Operasional McLaren, Martin Whitmarsh, beberapa waktu lalu.

Namun, Kovalainen sepertinya tak peduli kebijakan tersebut.

Mantan pembalap Renault asal Finlandia berusia 26 tahun itu malah meminta status yang sama dengan Hamilton.

Dia baru mau membantu rekannya jika di akhir musim nanti peluangnya menjadi juara dunia sudah tertutup rapat.

"Tak ada masalah jika mobil itu kompetitif, dimana saya punya status sama dengan rekan setim. Saya tak berniat mendukung siapa pun dari awal musim, semua orang tahu itu," tandasnya.

"Saya baru akan mendukung pembalap lain jika dia lebih hebat pada akhir musim. Jika saat itu harus menolong, saya akan melakukannya. Tapi saya butuh awal musim yang adil dan seimbang serta perlakuan yang sama."

Masalah

Pernyataan Kovalainen dinilai bisa memunculkan masalah baru tapi lama di McLaren.

Kalau tak ingin kasus permusuhan Alonso dengan Hamilton terulang, tim asal Inggris itu harus pandai dalam bersikap.

Kovalainen resmi bergabung dengan McLaren akhir pekan lalu.

Dia menyisihkan nama pembalap penguji asal Spanyol, Pedro de la Rosa.

Semula dia dikabarkan akan direkrut Toyota, setelah menyatakan tak kerasan di Renault seiring kedatangan Alonso.

Kariernya dimulai sebagai juara Nissan World Series 2004. Setahun kemudian, dia menjuarai kejuaraan GP2.

Awal tahun ini, Kovalainen memulai debut di Formula Satu bersama Renault. Dia bercokol di peringkat ketujuh klasemen akhir pembalap.

"Setiap pembalap memiliki peluang yang sama menjadi juara dunia. Saya juga bisa melakukan hal yang sama," tandasnya. (ant,dtc-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA