| Selasa, 18 Desember 2007 | OLAHRAGA |
Sekalipun Mundur, Ketua Umum Tetap Harus Tanggung JawabMALANG-Meski Peni Suparto menyatakan mundur dari jabatan sebagai ketua umum Persema, dia harus tetap mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan, apalagi klub itu menggunakan uang rakyat melalui APBD. Menurut Mohan Katelu, anggota dewan dari FPAN, dalam sepak bola kalah-menang merupakan hal wajar. "Tapi, ia harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat Malang. Seharusnya pula ia mengantar Persema hingga kompetisi selesai," katanya. Setelah menjamu PSIS dengan hasil akhir 1-1, Peni yang juga wali kota Malang langsung meminta wartawan berkumpul. Setelah itu, dia menyatakan mundur dari jabatan ketua umum. Dia kecewa karena dua pertandingan kandang terakhir berakhir seri. Sebelumnya Persema ditahan Persela Lamongan 2-2. Kegeraman Peni terlihat saat menyatakan mundur. Ketika seorang wartawan menanyakan siapa yang salah, dia mengatakan, "Anda yang salah. Jangan mencari kambing hitam." Evaluasi Peni mengatakan tidak peduli pada hasil dua sisa pertandingan nanti. "Ketua umum tidak boleh menyatakan tidak mau tahu sisa pertandingan, karena itu masih menjadi tanggung jawabnya. Harusnya pernyataan mundur itu dilakukan setelah kompetisi selesai dan ada evaluasi dalam tubuh Persema sendiri," tambah Mohan, yang juga ketua panpel Persema. Asmuri, wakil manajer yang juga anggota dewan dari F-PDIP mengaku tetap akan mengantar para pemain berlaga di kandang Persitara maupun Sriwijaya FC. Pengurus, ofisial maupun seluruh pemain disebutnya mengharapkan kompetisi diselesaikan hingga tuntas. "Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang kami harus menyiapkan diri untuk dua sisa pertandingan," tambahnya. Dia menjelaskan, sekarang yang terpukul adalah pemain karena sudah berjuang semaksimal. "Di lapangan mereka telah berimprovisasi agar memenangi pertandingan," lanjutnya. Ia juga mempertanyakan, apa dengan sikap mundur sebagai ketua umum, Peni sudah memperhitungkan mental pemain.(jo-22) |