| Selasa, 18 Desember 2007 | OLAHRAGA |
Babak 8 Besar di Solo dan KediriSOLO - Stadion Manahan Solo dipastikan menjadi salah satu arena babak ''8 Besar'' kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007, selain Stadion Brawijaya Kediri. Penyelenggaraan direncanakan pada 16-21 Januari 2008. ''Saya mendapat informasi tersebut dari Direktur Kompetisi BLI, Pak Djoko Driyono. Maka, Solo diminta menyiapkan segalanya,'' kata Ketua Panpel Persis Paulus Haryoto, kemarin. Solo punya pengalaman menyelenggarakan ''8 Besar'' pada musim kompetisi 2006. Karena ada empat tim yang akan bertanding di Kota Bengawan, maka dua tempat lain disiapkan sebagai lapangan pendukung, yakni Stadion Sriwedari dan Lapangan Kottabarat. ''Surat resmi dari BLI memang belum kami terima, dan pembagian tim menyusul. Tapi saya segera sampaikan hal ini kepada Ketua Umum Persis, Pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo, Red),'' ujarnya. Tidak Hadir Di luar rencana itu, Persis sendiri memastikan tidak hadir pada sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, sore ini. Sebenarnya, Komdis memanggil pemain Agung Setyabudi dan Sekretaris Manajer Abraham ''Bram'' EWT berkait insiden di Balikpapan (4/12). Karena pada waktu yang sama ''Laskar Sambernyawa'' harus bertanding melawan Persiwa Wamena di Stadion Manahan, undangan itu belum bisa dipenuhi. Sesuai surat yang diteken Sekum PSSI Nugraha Besoes, panggilan itu untuk klarifikasi provokasi boikot Persis saat dijamu Persiba. ''Memang saya sempat menarik tim ke luar lapangan untuk minta jaminan keamanan karena keselamatan anak-anak terancam. Tapi setelah ada jaminan kan kami main lagi, bukan memboikot,'' tutur Bram. Manajemen Persis melayangkan surat klarifikasi beserta bukti-bukti ke BLI, termasuk rekaman pertandingan melawan Persiba. ''Kami konsentrasi ke pertandingan melawan Persiwa, karena laga nanti sangat penting,'' tandasnya.(D11-22) |