| Selasa, 18 Desember 2007 | NASIONAL |
5 Staf Deplu Tewas Kecelakaan
JAKARTA- Usai mengikuti Konferensi Internasional Perubahan Iklim (UNCCC) di Bali, lima staf Deplu tewas setelah Kijang yang mereka tumpangi kecelakaan di Indaramayu, Senin (17/12) pukul 04.00. Kijang biru tua B-1195-PQ yang dikemudikan Darmaji itu menabrak bagian belakang truk tronton E-8832-KA di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu. Sopir diduga mengantuk. Menurut Kasatlantas Polres Indramayu AKP Jaman Asri Harahap kelima korban tewas seketika di TKP dan kondisi mobil ringsek di bagian depan. Kelima korban adalah Darmaji beralamat di Jakarta, Tatang Sartoni (Sukmajaya Depok), Alif Suraji (Harapan Mulya, Jakarta Pusat), Suryadi (Tambun Utara) dan Kusyono (Citeureup). Sementara seorang lagi, Rasto selamat namun mengalami luka-luka di bagian kepala dan beberapa bagian badannya. Rasto sejak pukul 08.00 dibawa ke RS Gunung Jati. Panitia UNCCC Deplu berduka atas musibah yang menimpa lima stafnya itu. Mereka yang tewas merupakan panitia Konferensi Internasional Perubahan Iklim (UNCCC) di Bali yang baru saja berakhir. "Mereka sebagian besar adalah staf di direktorat dan media Deplu," kata Jubir Deplu Kristiarto Legowo di Kantor Deplu Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (17/12). Tiga jenazah korban, yakni Tatang Santoni, Alif Suraji dan Suryadi disemayamkan di Gedung Deplu. Mereka tiba sekitar pukul 18.30. Seratusan karyawan Deplu sudah menunggu sejak tiga jam sebelumnya. Sementara dua korban lainnya, Darmaji dan Kusyono, atas permintaan pihak keluarga jenazah tidak ikut disemayamkan tapi langsung dimakamkan di Bogor dan Kuningan. Kedatangan jenazah itu seketika membuat tangis keluarga korban kembali pecah. Titin, istri almarhum Suryadi, di sela isak tangisnya memangil-manggil nama suaminya yang belum pulang sejak bertugas sebagai panitia UNCCC akhir Novemver lalu di Bali itu. Sejumlah pejabat menghadiri upacara penghormatan terakhir, di antaranya anggota Wantimpres Emil Salim dan Meneg LH Rachmat Witoelar "Di balik kegembiraan suksesnya penyelenggaraan UNCCC, kita mendapatkan musibah ini. Mereka adalah pahlawan lingkungan hidup," ujar Rachmat Witoelar dalam sambutan singkatnya.(dtc-77) | ||||