logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Desember 2007 SEMARANG
Line

Debit Air Tuk Gojek Menghilang

  • Petani Kekurangan Air

TENGARAN- Hilangnya debit air di tuk Gojek Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, diduga menjadi salah satu penyebab mengecilnya debit air di Kali Buket (saluran Isep-isep).

Sebab, tuk Gojek merupakan salah satu dari tujuh titik mata air di kompleks Senjoyo yang memberi pasokan air kali Kembangsari yang menyambung langsung ke Kali Buket. Belum lagi, tuk Gojek yang dulunya mempunyai debit air cukup besar, juga dimanfaatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga untuk kebutuhan air bersih bagi warga Kota Salatiga. Akibatnya, Kali Kembangsari yang menjadi salah satu pemasok air di Kali Buket jadi berkurang bahkan mengering.

Koordinator Kelompok Tani Sumber Makmur Djaeni (75) mengatakan, dulunya aliran air di kali Kembangsari mengalir rutin dan tidak pernah kering. Namun dengan adanya instalasi PDAM, setelah beberapa tahun berjalan, Kali Kembangsari dan Kali Buket sudah tidak mendapat pasokan air dari tuk Gojek. Akibatnya, beberapa petani penggarap sawah yang mengandalkan pasokan dari tuk tersebut, kekurangan air. ''Lahan pertanian sekarang hanya mengandalkan pasokan air dari Sumber Mata Air Umbul Senjoyo dan air hujan saja,'' kata Djaeni.

Direktur PDAM Kota Salatiga H Darminta SE MM mengungkapkan, pengambilan air di tuk Gojek untuk PDAM itu sudah lama, bahkan sebelum dirinya menjabat Direktur PDAM Kota Salatiga. '' Instalasi pengambilan air di tuk Gojek itu sudah ada sebelum saya menjabat Direktur PDAM,'' terangnya.

Dikatakannya, debit air di sumber tersebut dulunya sekitar 25 liter per detik. Namun belakangan debit air di sumber itu menurun. ''Persoalannya bukan karena dieksploitasi PDAM, melainkan keseimbangan alam di sekitar sumber air itu sudah rusak. Penyebabnya karena daerah tangkapan air yang mestinya mampu menyimpan air di dalam tanah, malah digunakan untuk perumahan,'' kata Darminta.

Hal itu mestinya segera diantisipasi Pemkot Salatiga dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satu solusinya adalah dengan pembuatan sumur resapan bagi semua warga, baik yang ada di perkotaan, maupun di daerah pinggiran.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, puluhan petani Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dan Petani Tingkir Tengah Salatiga, menjebol Bendungan Senjoyo di sumber mata air Senjoyo Desa Bener, Minggu (16/12) pagi. Mereka terpaksa menjebol tanggul tersebut karena lahan pertanian mereka kurang mendapat pasokan air dari mata air Umbul Senjoyo. (J12-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA