logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Desember 2007 SEMARANG
Line

Kunjungan Menteri ESDM ke Ungaran

Kompor LPG Dibagikan ke 194.028 Keluarga

BERKUNJUNG ke Kota Ungaran bagi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiyantoro sama saja dengan pulang kampung. Ya, pejabat penting yang tetap eksis di tiga pemerintahan (Gus Dur, Megawati, dan SBY) tersebut berasal dari Gowongan, Ungaran.

Kedatangan menteri ke ibu kota Kabupaten Semarang ini, dalam rangka penyerahan secara simbolis paket perdana program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg di kabupaten ini.

''Pembagian secara simbolis saya lakukan langsung bersama istri. Ini tidak nganeh-anehi karena saya dan istri adalah orang Ungaran,'' terang Purnomo yang sesekali menggunakan bahasa Jawa dalam sambutannya, Senin (17/ 12).

Ia mengatakan, tidak semua daerah mendapat kesempatan ini. Untuk itu Pemkab Semarang dan Pertamina harus berhasil menjalankan program konversi. ''Saya susah-susah dari Jakarta menyempatkan ke sini, jadi bisa berhasil, ya...,'' pinta Purnomo.

Menteri juga menjelaskan, di beberapa daerah ada masyarakat yang kebingungan memakai kompor tabung gas elpiji 3 kg. Sehingga karena tidak bisa mengubah perilaku menggunakan minyak tanah, mereka kembali ke minyak tanah. Mengapa pemerintah menghendaki konversi? ''Karena elpiji lebih baik dari minyak tanah dalam semua hal, lebih bersih, murah, dan pasti mudah didapat. Pertamina sudah kami tugasi menangani ini,'' ucap Purnomo.

Jika ada kasus di Jabar soal kelangkaan minyak tanah, disebabkan mereka yang sudah diberi elpiji kembali ke minyak tanah. Dengan demikian kuota dari daerah lain menjadi terkurangi.

Mengurangi Subsidi

Pemerintah menyadari tidak mudah mengubah pola perilaku. ''Jika program ini sukses, dari sisi pemerintah bisa mengurangi subsidi BBM yang besarnya luar biasa,'' tandasnya. Usai memberi sambutan, Purnomo mengunjungi stan-stan lomba memasak dengan kompor elpiji 3 kg di alun-alun mini Ungaran.

Pada kesempatan ini, Menteri ESDM didampingi Sekda Prov Mardjijono, Wakil Bupati Semarang Hj Siti Ambar Fathonah, dan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina A Faisal.

Faisal menambahkan, untuk 2007 ini target distribusi paket perdana konversi di Jateng dan DIY adalah 287.560 keluarga. ''Sampai saat ini khusus di Jateng distribusinya sudah mencapai 194.028 keluarga,'' terangnya.

Secara nasional, realisasi target distribusi paket perdana konversi pada 2007 yaitu 3,5 juta keluarga. Target tahun mendatang, 2008 ada 12,5 juta keluarga, 2009 (12 juta 20 ribu keluarga), dan 2010 sebanyak 12 juta keluarga. Dengan demikian total target distribusi nasional secara keseluruhan sebanyak 40 juta 20 ribu keluarga.

''Untuk Kabupaten Semarang, Pertamina sudah menunjuk beberapa konsultan agar melaksanakan pencacahan, sosialisasi, edukasi, dan distribusi paket perdana konversi,'' jelas Faisal.

Penyerahan kompor elpiji perdana di Ungaran merupakan tanda dimulainya pendistribusian. Rencananya ada 215.000 keluarga di Kabupaten Semarang yang mendapat kompor elpiji gratis. Pada 14 dan 22 November lalu, Pemkab Semarang dan Pertamina melakukan sosialisasi. (Rony Yuwono-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA