| Selasa, 18 Desember 2007 | SEMARANG |
Tugurejo Diterjang Puting BeliungTUGU- Sebanyak 60 rumah di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu rusak cukup parah akibat diterjang angin puting beliung, Senin (17/12). Kerusakan umumnya terjadi pada atap rumah, baik berupa genteng maupun asbes, yang berantakan karena diterbangkan angin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Angin puting beliung itu, terjadi sekitar pukul 12:30. Kedatangan angin ribut yang begitu tiba-tiba itu, sempat membuat warga panik. Bahkan mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang. Tak lama setelah kejadian, petugas Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) terjun ke lokasi. Bersama pihak kecamatan, Satlak PB melakukan pengecekan terhadap lokasi bencana itu. ''Dari pengecekan kami, tidak ada rumah warga yang ambruk. Rata-rata rusak atapnya karena diterbangkan angin,'' kata Kabid Kesiagaan Badan Kesbang dan Linmas Kota Semarang Ari Djoko Santoso, di lokasi kejadian. Dari pantauan di lapangan, angin puting beliung yang menimpa wilayah Tugurejo, tidak separah kejadian serupa di Gunungpati, awal November lalu. Ketika itu, sejumlah rumah di Kelurahan Patemon roboh karena diterjang angin. Selain itu, sejumlah pohon tumbang dan tiang-tiang listrik roboh. ''Ada juga perabotan rumah yang rusak karena tertimpa genteng. Tapi tidak ada tiang listrik atau pohon yang tumbang,'' kata Camat Tugu, Kukuh Sudarmanto. Terkait peristiwa di Tugurejo, Satlak PB berkoordinasi dengan Bagian Sosial Pemkot untuk pemberian bantuan. Sore kemarin, Pemkot mengirimkan bantuan nasi bungkus untuk warga yang bekerja bakti membersihkan rumah mereka yang rusak. Rencananya, hari ini (18/12), Bagian Sosial Pemkot diterjunkan ke lokasi untuk mengecek keperluan warga yang menjadi korban angin puting beliung. (H9,H40-56) |