| Selasa, 18 Desember 2007 | SEMARANG |
Kantor PT Sosro DirampokPenjaga Dipukul Gagang PistolUNGARAN - Aksi perampokan kembali terjadi di Kabupaten Semarang. Setelah mesin ATM KCP BNI Ambarawa dibobol kawanan penjahat pada 12 September lalu, giliran brankas kantor pemasaran PT Sinar Sosro di Randugunting Bergas, dirampok pada Senin (17/ 12) pukul 02.00 dini hari. Berdasar keterangan petugas, kerugian ditaksir lebih dari Rp 10 juta. Seorang penjaga Joko Rahayu (27) warga RT 03 RW IX Bapang, Bawen, disekap di sebuah kursi dalam ruang kantor tersebut. Sebelumnya Joko yang berjaga seorang diri dipukul kepalanya dengan gagang pistol. ''Kejadian sekitar pukul 02.00. Saat itu saya mendengar bunyi agak gaduh. Saya tengok dari dalam pagar tidak ada apa-apa. Tahu-tahu dari belakang ada empat orang menyerang saya,'' kata Joko kepada wartawan kemarin. Ia juga mengaku sempat dipukul gagang pistol seorang perampok. Penjaga kantor di Jl Soekarno-Hatta 188 B tersebut diikat dengan kain taplak meja di sebuah kursi. ''Mereka suruh menunjukkan brankas uangnya di mana,'' ujar dia. Sekitar pukul 04.30 Joko berhasil melepaskan diri dan melapor ke polisi. Setelah mendapati laporan adanya perampokan, sejumlah petugas Polres Semarang mendatangi lokasi kejadian. Kapolres Semarang AKBP Abdul Hafidh Yuhas didampingi Kasatreskrim AKP Pratomo dan Kapolsek Klepu AKP Priharto mengecek dan menanyai sejumlah karyawan. Bukan Pistol ''Polisi sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku berdasar keterangan penjaga kantor yang disekap tersebut,'' tegas Kapolres melalui Kasatreskrim Pratomo, kemarin. Ia menjelaskan, tidak ditemukan sidik jari yang bisa dilacak secara jelas. Sidik jari di sebuah kayu sudah kabur. Menurut Pratomo, perampokan kantor pemasaran PT Sinar Sosro juga terjadi di Purwodadi, Kendal dan Solo. ''Ini yang keempatnya dirampok,'' imbuh dia. Soal dugaan keterlibatan orang dalam, Kasatreskrim belum bersedia komentar terlalu jauh. Sebab saat ini pihaknya sedang dalam pemeriksaan secara intensif terhadap Joko dan seorang kasir hingga sore kemarin. Polisi juga melakukan penyelidikan ke rumah mertua Joko di Bapang Bawen. Para karyawan PT Sinar Sosro kemarin juga sempat mengambil gambar kondisi kantor yang acak-acakan. Almari kabinet juga berserakan berikut kertas berisi file-file data. Menurut seorang staf, biasanya setoran sehari di brankas antara Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Dijelaskan petugas kepolisian, saat rekonstruksi ada kejanggalan dan keterangan penjaga diragukan. ''Penjaga mengaku dipukul gagang pistol tapi keputusan dokter tak ada bekas pukulan benda tumpul. Diduga kuat perampok memakai senjata api mainan jenis korek api bukan pistol revolver,'' kata seorang petugas penyidik. (H14-16) |