| Selasa, 18 Desember 2007 | SEMARANG |
Ratusan Rumah Tergenang
TUGU-Hujan yang mengguyur kawasan hulu sejak pagi hari, Senin (17/12), membuat Kali Bringin meluap. Akibatnya, sekitar ratusan rumah di Kelurahan Mangkangwetan dan Mangunharjo tergenang air. Peristiwa itu terjadi karena tanggul Kali Bringin jebol, tepatnya di RT 02 RW 05 Kelurahan Mangkangwetan, pukul 13:30. Diduga, tanggul jebol karena tidak mampu menahan debit air yang terus bertambah akibat hujan lebat. Kondisi terparah dialami warga yang tinggal di Kampung Ngebruk, atau masuk ke RW 05 Kelurahan Mangkangwetan, khususnya di RT 02 dan RT 03. Di tempat itu, rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 centimeter hingga 70 centimeter. ''Banjir terjadi sekitar pukul 14:00, tiba-tiba saja air masuk ke dalam rumah,'' cerita Raminah (45), warga RT 02 RW 05 Kelurahan Mangkangwetan. Pantauan Suara Merdeka, warga sibuk menyelamatkan barang masing-masing. Mereka memindahkan televisi atau alat-alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi, supaya tidak basah terkena air. Selain itu, ada juga warga yang memindahkan ternak peliharaan mereka, seperti kambing dan ayam. Sebagian warga membuat tanggul-tanggul kecil di depan rumah dan pagar masing-masing, untuk menghalangi air masuk. Tanggul darurat terbuat dari karung yang diisi tanah atau tumpukan kayu-kayu. Ada juga warga yang menguras air, sebagai upaya membersihkan rumah mereka. Luapan Kali Bringin juga menggenangi warga RW 01 Kelurahan Mangunharjo, khususnya RT 01, 02, 03, yang hanya berbatas jalan dengan Kampung Ngebruk. Di Mangunharjo, genangan air tak setinggi di Mangkangwetan, atau sekitar 50 centimeter saja. Walaupun demikian, warga juga terlihat bersiap-siap untuk menyelamatkan barang-barangnya. ''Memang tadi (kemarin-Red) turun hujan. Tapi, saya kira, banjir itu lebih dikarenakan Kali Bringin tak mampu menampung debit air, akibat hujan deras di hulu,'' kata Sururi (45), warga RW 01 Kelurahan Mangunharjo. Genangan air juga terasakan sepanjang jalan raya Mangkangwetan-Mangunharjo, mulai dari depan kantor Kelurahan Mangkangwetan. Ketinggian air di jalan itu bervariasi, mulai dari belasan centimeter hingga sepinggang orang dewasa. Akibat banjir itu, sejumlah motor mogok ketika digunakan untuk menerobos genangan. Langsung Turun Tak lama setelah banjir terjadi, pihak Kelurahan Mangkang menurunkan aparat untuk melakukan pengecekan ke lapangan. Menurut Sekretaris Lurah Mangkang, Ahmad Munif SH, banjir terjadi karena Kali Bringin tidak mampu menampung penambahan debit air. ''Karena di sini (Mangkangwetan-Red) hujan, di kawasan atas juga hujan, penampang sungai tidak mampu menampung debit air. Walaupun di sini tidak hujan, tapi kalau kawasan hulu hujan deras, banjir yang sama juga bisa terjadi,'' kata dia. Dikatakan, pihaknya sudah memberikan laporan ke Kecamatan Tugu, terkait dengan musibah banjir tersebut. Informasi serupa, juga disampaikan ke Posko Penanggulangan Bencana, yang dikelola Badan Kesbang dan Linmas Kota Semarang. Terkait dengan banjir itu, Kepala Kantor Infokom Kota Semarang Bambang Kono mengatakan, sesuai dengan komitmen Pemkot untuk pelayanan mengatasi banjir, Satlak PB langsung menuju ke lokasi. (H9,H40,H22-41) |