logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Desember 2007 KEDU & DIY
Line

Banyak Warisan Budaya di DIY Berubah Bentuk

YOGYAKARTA - Banyak bangunan warisan budaya (heritage) di Yogyakarta kini sudah berubah bentuk, wajah, dan fungsinya. kata "Bahkan, banyak ditemui bangunan warisan budaya yang dihancurkan atau dirobohkan dengan alasan kurang bermanfaat dari sisi ekonomi dan keindahan," kata Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi DIY Yuwono Sri Suwito di Yogyakarta, Senin (17/12), pada Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Budaya Yogyakarta di Ndalem Yudoningratan.

Dengan makalah berjudul "Pentingnya Upaya dan Tindakan Pelestarian Pusaka Budaya", dia mengungkapkan, meskipun hakikatnya kekuatan Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Pariwisata bertumpu pada kekayaan budaya di samping potensi alamnya, namun pada kenyataan banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya pelestarian bangunan warisan budaya ini.

"Pertumbuhan pariwisata yang cepat tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa diikuti dengan usaha preservasi dan konservasi pusaka budaya. Karena itu, pertumbuhan pariwisata harus dipandang sebagai ancaman ataupun sebagai penyelamat."

Dia menerangkan, UU No 5 Tahun 1992 dan PP No 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan UU Benda Cagar Budaya (BCB) ataupun Perda Provinsi DIY No 11 Tahun 2005 mengamanatkan bahwa heritage dapat dimanfaatkan, salah satunya untuk kepentingan pariwisata.

Namun yang diperlu diingat adalah fungsi pemanfaatan harus seimbang dengan fungsi pelestarian karena pemanfaatan heritage hendaknya menggunakan konsep pelestarian sesuai aslinya.

Menurut dia, langkah kebijakan yang perlu diambil dalam pelestarian ini adalah pendataan yang meliputi inventarisasi, identifikasi, dan dokumentasi serta perencanaan terpadu kawasan heritage di DIY. (ant-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA