| Selasa, 18 Desember 2007 | KEDU & DIY |
Untuk Membangun Indonesia, Diperlukan Pemimpin yang BaruYOGYAKARTA - Pada Pemilu 2009 mendatang diperlukan munculnya pemimpin-pemimpin baru (fresh) yang sama sekali belum tercemari oleh politik praktis yang selama ini terjadi. Untuk itu, figur-figur yang pernah berkuasa serta tokoh-tokoh lama yang masih ingin maju sebagai calon presiden dan wapres sama sekali sudah tidak layak memimpin bangsa Indonesia lagi. Hal tersebut disampaikan Imam Adaruqutni, Ketua Umum Partai Matahari Bangsa (PMB), kepada wartawan di sela-sela Deklarasi PMB di Jogja Expo Centre (JEC), Jalan Janti, baru-baru ini. "Kalau PMB kriterianya pemimpin yang berkomitmen memperjuangkan reformasi. Tapi kalau yang sekarang akan maju ke pemilu mendatang susah kayaknya kalau diteruskan sehingga perlu cari yang baru lagi," tambahnya. Lebih lanjut Imam menerangkan, pemimpin bangsa yang berkuasa saat ini harus diganti mengingat selama delapan tahun reformasi digulirkan justru tidak menunjukkan tanda-tanda kemakmuran. Hal ini, lanjut dia, bisa dilihat dengan semakin menurunnya indeks kehidupan rakyat Indonesia di tengah pesatnya sosial ekonomi negara lain. "Kalau dahulu kita bisa masak dengan minyak, sekarang dengan jlantah (minyak bekas), mungkin besok lagi hanya bisa merebus dengan air. Ini khan menunjukkan bahwa indeks kehidupan kita terus menurun," tegasnya. Keberhasilan pemerintah selama ini, lanjutnya, yang sangat terlihat hanyalah kemiskinan yang masih dilestarikan. Sementara itu, Rakornas PMB ke-2 yang berakhir kemarin diakhiri dengan Deklarasi Nasional yang dihadiri ribuan kadernya di Jogja Expo Centre (JEC). (sgt-70) |