| Selasa, 18 Desember 2007 | KEDU & DIY |
Pemkot Luncurkan Program Combi untuk Mencegah DBDYOGYAKARTA - Pemkot Yogyakarta memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-43 meluncurkan program pencegahan demam berdarah dengue (DBD) melalui metode Combi (Communication Behavioural Impact), Senin (17/12). "Dengan metode ini diharapkan terjadi perubahan pada pola hidup masyarakat terutama dalam hal pemberantasan jentik ataupun sarang nyamuk penyebab DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dokter Choirul Anwar. Dia menjelaskan, peluncuran program Combi ditandai dengan penyerahan dan pemakaian rompi kepada 30 Karang Taruna, 30 Saka Bhakti Husada, dan 176 unsur dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), camat dan lurah se-Kota Yogyakarta. Penyerahan dan pemakaian rompi secara simbolis dilakukan Dr Tri Kusumo Bawono sebagai ketua Guntur Siaga, Yunihardi dari Saka Bhakti Husada serta Monda Saragih dari perwakilan Karang Taruna. Jumlah pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Yogyakarta hingga November lalu sebanyak 198 orang. "Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2006 yang mencapai 269 pasien," kata Direktur RSUD dokter Mulyo Hartono. Untuk Desember ini belum tercatat ada tambahan pasien DBD yang dirawat di RSUD. "Untuk antisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien, saat ini kami menyiapkan 40 tempat tidur untuk pasien DBD dan jumlah itu masih bisa ditambah jika sewaktu-waktu diperlukan," tandasnya. (ant-70) |