| Selasa, 18 Desember 2007 | INTERNASIONAL |
Bom Tewaskan Kadet Prajurit PakistanKOHAT - Baru dua hari status darurat di Pakistan dicabut, sudah terjadi aksi kekerasan. Seorang pengebom meledakkan diri di dekat Akademi Militer di Kohat Senin kemarin dan menewaskan 10 kadet prajurit Pakistan. Kelompok militan selama beberapa bulan ini sering menggelar serangan di dekat akademi itu. Situasi keamanan itulah yang dijadikan alasan oleh Presiden Pervez Musharraf memberlakukan status darurat pada 3 November lalu. Beberapa jam setelah status darurat dicabut Sabtu lalu, Musharraf mengatakan pemerintah telah ''mematahkan dukungan'' militan. ''Pelaku mendekati lokasi dengan berjalan kaki dan kemudian meledakkan diri di dekat para prajurit yang baru pulang dari lapangan sepakbola,'' kata juru bicara militer Mayjen Waheed Arshad. Tim penyidik menemukan potongan kaki dan kepala si pengebom bunuh diri. ''Wajahnya tidak bercambang dan tampaknya berusia sekitar 20 tahun,'' kata seorang polisi. Lebih dari 400 orang tewas akibat berbagai serangan bom bunuh diri di Pakistan selama beberapa bulan terakhir. Sebagian besar serangan terjadi di Provinsi North West Frontier. Kampanye Sementara itu, suhu politik menjelang pemilu mulai meningkat. Komisi Pemilihan Umum mengumumkan, sekitar 9.000 kandidat akan bertarung dalam pemilihan anggota parlemen 8 Januari mendatang. Anggota KPU Khurshid Alam mengatakan, komisi telah mengesahkan daftar calon legislatif. Dia mengatakan, lebih dari 3.000 nama ditolak oleh komisi sehingga tinggal 9.000 kandidat yang lolos untuk memperebutkan 1.070 kursi di parlemen federal dan empat parlemen provinsi. Mantan perdana menteri Nawaz Sharif termasuk salah satu kandidat yang ditolak pencalonannya. Dia dan mantan perdana menteri Benazir Bhutto memimpin kubu oposisi. Kedua tokoh itu menuduh pemungutan suara akan dinodai kecurangan untuk mengalahkan kandidat partai mereka. (rtr-gn-25) |