| Selasa, 18 Desember 2007 | EKONOMI |
Sepekan di Kampoeng WedanganPerajin Eceng Gondok Sampai Tolak PesananSEMARANG- Minimnya tenaga kerja pembuat kerajnan dari bahan baku eceng gondok terpaksa membuat produsen di sekitar Rawapening menolak pesanan dari sejumlah buyer. Syafii (41) salah satu perajin yang mewakili Kabupaten Semarang dalam pameran Kampoeng Wedangan di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Techno Center di halaman BLPT Jl Brotojoyo Raya menuturkan, tingginya pesanan mebel dan funitur berbahan baku eceng gondok ini, banyak buyer terpaksa harus gigit jari. ''Yang ahli hanya sekitar 30 karyawan lainnya sekedar membantu saja totalnya mencapai 100 orang. Tapi jumlah ini pun masih belum cukup,'' jelas Syafii di sela-sela pameran. Ia mencontohkan pernah mendapatkan hingga 1000 pesanan kursi eceng gondok pesanan salah satu buyer di Jakarta. Pesanan mebel yang sedianya diekspor itu akhirnya urung dikerjakan. ''Potensi eceng gondok di wilayah kami sangat besar, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan secara optimal,'' ujar dia. Produk kerajinan yang dibuatnya seperti pot, sandal, tas, kap lampu, dan aneka mebel lain dengan harga bervariasi mulai Rp 10 ribu sampai ratusan ribu rupiah. (J14-59 ) |