| Selasa, 18 Desember 2007 | EKONOMI |
Harga Beras Cenderung NaikJAKARTA-Di penghujung tahun, harga beras cenderung naik di kisaran Rp 300 - Rp 400/kg untuk semua jenis beras. Kenaikan secara umum terjadi berdasarkan pengamatan di 32 kota di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Perikanan Bayu Krisnamurthi, di Jakarta kemarin. ''Harga beras rata-rata Desember Rp 5.061 per kilogram. Ini 1,53 persen lebih tinggi dibanding November 2007. Di pasar induk Cipinang, misalnya, untuk IR 64 - III rata-rata pada 12 Desember lalu adalah Rp 4.600 kilogram. Itu naik agak tinggi sekitar Rp 400 dibandingkan tanggal 1 Desember,'' jelasnya. Pemerintah, kata Bayu, tetap menggunakan patokan harga beras termurah sebesar Rp 4.750 per kilogram dan Rp 6.000 per kilogram untuk beras termahal. Beberapa daerah mengalami kenaikan harga beras cukup tinggi. Daerah dimaksud, lanjutnya, diantaranya Pekan Baru sekitar 8 persen, Medan 4,8 persen, Banjarmasin 5,7 persen. ''Kenaikan cukup signifikan juga terjadi di DKI Jakarta dan Sumatera Utara,'' kata Bayu. Direktur Perum Bulog Mustafa Abubakar, mengatakan, untuk mengantisipasi harga beras yang cenderung naik tersebut, Perum Bulog menggelar operasi stabilisasi harga beras (OSHB). ''OSHB pertama digelar di Medan dan Jakarta,'' katanya. Menurut Mus (panggilan Mustafa Abubakar-Red), langkah pertama operasi ini dilakukan Jakarta dan Medan. Di Jakarta, beras yang digunakan OSHB adalah kualitas premium dan medium. (J10-59) |