| Selasa, 18 Desember 2007 | EKONOMI |
Asosiasi Pengusaha Outsourcing DibentukSEMARANG- Penggunaan tenaga alih-laksana (outsourcing) di berbagai bidang usaha atau pekerjaan adalah salah satu strategi yang tepat bagi suatu perusahaan untuk melakukan efisiensi. Sebab, perusahaan yang bersangkutan dapat lebih fokus dengan pekerjaan inti dan strateginya masing-masing. ''Langkah perusahaan untuk mengalihkan pekerjaan yang bukan bisnis inti kepada perusahaan alih-daya adalah langkah tepat. Sebab, mereka dapat berkonsentrasi serta terfokus pada bisnis inti,'' kata Ir Setio Adi Wibowo, pemilik perusahaan outsourching PT Aji Saka Wirya, disela-sela acara deklarasi Asosiasi Pengusaha Alih-Laksana Indonesia (Apalindo) di Hotel Santika Semarang, baru-baru ini. Dia menerangkan, dengan menggunakan jasa alih-daya perusahaan juga dapat mengurangi berbagai risiko, seperti konflik ketenagakerjaan dan PHK. Fenomena outsourcing bukan hal yang baru bagi dunia bisnis. Tak heran, kalau perusahaan alih daya itu banyak bermunculan dan berkembang pesat. Tidak hanya menyalurkan pekerja yang mengandalkan otot seperti petugas cleaning service, security, atau sopir. Akan tetapi, pekerjaan yang memerlukan skill tinggi seperti di bagian manajemen, akuntansi, sekretaris, teknisi, hingga bidang teknologi informasi, pun mulai banyak disalurkan oleh para perusahaan alih-daya. ''Keberadaan perusahaan alih-daya dapat menguntungkan berbagai pihak, baik pencari kerja maupun perusahaan,'' terang Setio. (H40-59) |