| Selasa, 18 Desember 2007 | EKONOMI |
Bank Syariah Kurang SosialisasiSEMARANG - Target menggenjot pangsa pasar bank syariah hingga 5 persen pada tahun 2008 bisa tercapai bila pemerintah lebih menggalakkan lagi penyebaran informasi tentang ekonomi syariah kepada masyarakat. Karena selama ini, masyarakat hanya mengetahui bank syariah melalui media massa saja. Pengetahuan tentang bank syariah masih sangat terbatas, yaitu bank yang sesuai dengan prinsip syariah. Demikian disampaikan Dr Mutaminah, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, dalam diskusi "Perkembangan Perbankan Syariah 2007", di Rinjani View Semarang, Senin (17/12). Hadir pula Harisman, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah, serta Doni M Iskandar, Koordinator Bank Muamalat Indonesia cabang Semarang. Mutaminah mengatakan, mayoritas masyarakat memilih bank syariah karena alasan emosional bukan rasional. Hasil penelitian menyebutkan, masyarakat dari sepuluh kabupaten/kota di Jateng, diantaranya Semarang, Kudus, Magelang, Tegal, Pekalongan, Salatiga, Kebumen dan Kendal, menganggap prinsip bank syariah sesuai dengan syariat agama. "Selain itu, alasan bagi hasil yang tinggi, serta proses yang cepat dan tidak berbelit-belit, juga menjadi faktor kenapa masyarakat memilih bank syariah," ujarnya. Bank syariah masih memiliki optimisme untuk berkembang. Karena kemungkinan nasabah bank syariah untuk pindah ke bank konvensional sangat kecil. "Seharusnya, pengetahuan masyarakat yang masih terbatas bisa dimanfaatkan sebagai modal untuk terus menerus mengembangkan ekonomi syariah,"katanya. Doni mengatakan, 85 % penduduk Indonesia beragama Islam. Sehingga cukup untuk menjadi pangsa pasar potensial. (J8-59) |