logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Desember 2007 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Mifta Juara KIR Tingkat Nasional

MAGELANG - Mifta Sani Arsyta, siswa SMP Negeri 11 Kota Magelang meraih juara I tingkat nasional lomba karya ilmiah remaja lingkungan hidup yang diselenggarakan Depdiknas. Melalui karyanya berjudul ''Pemanfaatan Air dan Udara sebagai Pengganti CFC yang Ramah Lingkungan'', dia mengalahkan karya siswa lainnya dari seluruh Indonesia. Atas prestasinya, Mifta mendapat piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 6 juta. (P60-72)

Harga Beras Naik

MAGELANG - Menjelang tiga hari besar nasional, Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, harga beras naik. Jika pekan lalu harga beras IR 64 Rp 4.500-4.700/kg, kini naik menjadi Rp 5.000-5.200/Kg.

Ani (48), pedagang beras di Pasar Rejowinangun Kota Magelang mengatakan, kenaikan harga beras IR 64 dipicu banyaknya permintaan. Stoknya mulai menipis karena petani baru memasuki musim tanam.

''IR 64 paling banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah sehingga permintaan meningkat jelang tiga hari besar nasional," katanya, kemarin.

Kenaikan harga juga menyebabkan omzet pedagang turun. Contohnya, jika pekan lalu setiap hari Ani bisa menjual satu kuintal, kini rata-rata 70-80 kg/hari. Harga beras kualitas super justru tak naik, karena permintaan juga stabil. (H33-72)

Talut Bendung Longsor

KEBUMEN - Talut Bendungan Kaligending Sungai Luk Ulo Kecamatan Karangsambung, Kebumen, longsor, Minggu malam. Kelongsoran talut sepanjang 23 meter dengan tinggi 13 itu menyusul banjir besar di sungai tersebut. "Namun sebelumnya juga ada gejala talut itu akan ambrol," ujar Kasib (50), penjaga Bendungan Kaligending, kemarin.

Kasib mengatakan, banjir sejak Minggu sore itu disebut sebagai banjir yang terbesar pada musim hujan tahun ini. Hal itu terlihat dari ketinggian air yang mencapai empat meter.

Dia sudah melaporkan kejadian itu kepada Balai PSDA Luk Ulo Timur. Menurut dia, talut di sisi barat sungai tersebut longsor bukan yang pertama. Dua tahun silam, yakni tahun 2005, di lokasi yang sama juga ambrol.

"Seminggu lalu dari PSDA Sempor juga sudah meninjau gejala talut tersebut akan ambrol," katanya. (J19-66)

DBD Mulai Mengancam

PURBALINGGA-Masyarakat perlu mewaspadai musim hujan yang mulai datang. Sebab tak tertutup kemungkinan kasus demam berdarah muncul dan mengancam mereka. Selama Desember ini, ada dua penyakit itu yang menimpa warga.

Kasus pertama menimpa Nurjanah (30), Warga RT 1 RW 1 Kelurahan Wirasana, Purbalingga Kota dan Damar (6), warga Dukuh Purwosari, Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon. Nurjanah yang merupakan karyawan PT Royal Korindah meninggal pada Kamis (6/12) lalu. Sementara Damar meninggal Jumat malam (14/12).

Kepala Dinas Kesehatan, dokter Dyah Retnani Basuki M.Kes menjelaskan, masyarakat harus mewaspadai penyakit ini. Sebab jenis nyamuk penyebab penyakit ini mudah sekali berkembang biak pada musim penghujan, terutama hujan yang cenderung tidak stabil.

''Nyamuk ini akan mudah berkembang biak ketika hujan turun secara tidak teratur. Sebaliknya, tidak masalah ketika hujan turun teratur,'' ujarnya.(H48-29)

Nelayan Diminta Waspada

CILACAP - Para nelayan Cilacap diminta waspada saat melaut dalam pekan-pekan ini. Hal ini karena ombak di perairan Cilacap cenderung besar dan dikhawatirkan akan terus berlangsung sampai akhir bulan.

''Ketinggian ombak saat ini antara satu sampai dua meter. Bahkan di tengah bisa mencapai tiga meter,'' kata ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Atas Munandar, kepada Suara Merdeka, Senin (17/12).

Dia mengatakan, ombak besar sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Hal itu terjadi seiring datangnya angin musim Barat.

''Ini pengalaman setiap tahun. Angin musim Barat mempengaruhi arah angin dan munculnya ombak yang besar,'' katanya.

Namun begitu, kata dia, pihaknya tidak bisa melarang nelayan yang akan melaut. Hal ini karena menyangkut persoalan perut.

Atas juga menyatakan, kewaspadaan bukan cuma berlaku bagi para nelayan. Para pelancong yang menikmati indahnya perairan Cilacap juga diminta waspada. Jangan sampai, mereka terlena terhadap keindahan panorama hingga menjadi korban keganasan ombak. (G21-75)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA