| Selasa, 18 Desember 2007 | BANYUMAS |
Kerajinan Aluminium di BanjarmanguBertahan di Tengah Persaingan yang Makin KetatSIANG itu para perajin aluminium dan tembaga di pusat kerajinan perkakas dapur di Desa Banjar Kulon, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara sedang sibuk membuat dandang dan wajan. Syamsudin, salah satu perajin itu menuturkan, usaha pembuatan perkakas dapur dari logam itu sudah ada sejak puluhan tahun silam. Saat itu, orang tuanya juga menjadi salah satu perajin. Usaha itu kemudian diturunkan kepadanya. Syamsudin kini dibantu tiga pekerja. Mereka setiap hari membuat peralatan dapur dari aluminium, seperti panci, ceret, dandang, kenceng, dan kekep. Bahan yang mereka gunakan adalah aluminium dan tembaga. Jika bahan yang digunakan berupa aluminium, maka Syamsudin beserta para pekerjanya mampu membuat sepuluh peralatan dapur dalam sehari. Namun jika bahan yang digunakan berupa tembaga, maka pembuatan satu peralatan dapur harus memakan waktu dua hari. Hal itu karena pengolahan tembaga, ternyata lebih sulit dibanding aluminium. Syamsudin mengaku tak menemui kesulitan untuk memasarkan hasil usahanya. Setiap hari, selalu saja ada pengepul yang datang ke tempat usahanya. Dia juga mengaku, usaha sejenis oleh perusahaan besar bukan merupakan saingan. Hal itu karena hasil kerajinan alat dapur yang dibuat secara tradisional memiliki pangsa pasar sendiri. Harganya pun tidak terlalu mahal dan masih dapat dijangkau oleh masyarakat. Untuk harga kerajinan dari tembaga dijualnya antara Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan untuk tembaga dengan menggunakan sistem kiloan. Per kilo dia mematok harga Rp. 80 ribu. ''Pembelinya kebanyakan berasal dari kalangan petani dan masyarakat yang berada di pedesaan. Selain dipasarkan di Banjarnegara sendiri juga sudah sampai ke Purbalingga dan Wonosobo''. Sunaryo, Kepala Desa Banjar Kulon mengungkapkan, usaha kerajinan alumunium dan tembaga ini dilaksanakan turun temurun. Di desanya, sedikitnya ada 15 kelompok perajin yang menggeluti usaha ini, dan kini tetap berkembang. (Bahar Ibnu H-74) |