| Selasa, 18 Desember 2007 | BANYUMAS |
Kuburan Agus Dibongkar
BANYUMAS-Pembongkaran kuburan Agus Siswanto (42), warga Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, yang diduga dianiaya, kemarin pagi mendapat perhatian warga Jatilawang. Ribuan orang berbondong-bondong datang ke kuburan umum Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, tempat korban dikubur. Mereka ingin menyaksikan dari dekat proses pembongkaran dan autopsi jenazah korban yang dilakukan tim dokter dan Satreskrim Polres Banyumas. Sejak pukul 08.30, warga telah berdatangan ke kuburan itu. Penggalian kuburan baru dimulai sekitar pukul 09.30 setelah tim forensik dari Dokkes Polwil Banyumas yang dipimpin AKP dokter M Khusnan dan dokter M Zaenuri, ahli forensik dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto tiba. Dugaan awal, korban dikabarkan meninggal karena overdosis. Tapi setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, diduga korban meninggal akibat penganiayaan. Orang yang diduga sebagai pelaku utama penganiayaan, Kamis (13/12) malam menyerahkan diri ke Polres Banyumas. Polisi juga telah menangkap Rustamto (31) asal Desa Rancabanteng , Kecamatan Wangon yang diduga ikut terlibat penganiayaan. Warga yang bersimpati terhadap nasib Agus cukup banyak. Di sela-sela berlangsungnya penggalian kubur itu, mereka memajang poster di tengah kuburan. Poster itu antara lain berisi tuntutan agar kedilan ditegakkan. Kasus meninggalnya Agus harus diusut tuntas. Semua yang terlibat harus diproses hukum. Setelah autopsi selesai, AKP Widada menemui para simpatisan Agus yang berada di lokasi. Kepada mereka dia mengatakan, polisi akan bertindak adil dalam kasus meninggalnya Agus tersebut. Siapapun yang diduga terlibat akan ditindak dan diproses hukum. Menurut dia saat ini polisi sudah menahan dua orang yang diduga menganiaya korban, yaitu Rio dan Rustamto. Polisi masih mencari pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. ''Siapapun yang terlibat, polisi akan menangkapnya. Percayakan kepada polisi sebagai penegak hukum,'' tandasnya. (G23-55) |