| Minggu, 16 Desember 2007 | OLAHRAGA |
PBSI Jateng Gelar KejurcabSEMARANG - Mulai tahun depan, Pengprov PBSI Jateng akan menggalakkan penyelenggaraan kejuaraan cabang (Kejurcab) di tiap-tiap kota dan kabupaten. Kejurcab itu diupayakan digelar minimal dua kali dalam setahun dengan peserta 800 hingga 1.000 pebulutangkis. Kejurcab itu merupakan salah satu butir yang dihasilkan dalam Mukerda PBSI Jateng di kantor KONI Kompleks GOR Jatidiri Semarang, kemarin. Mukerda dihadiri Ketua Umum Pengprov PBSI HM Anwari, para pengurus dan utusan 33 Pengkot/Pengkab PBSI. Sekum PBSI Jateng Thomas Esha mengatakan, Pengprov akan membantu setiap penyelenggaraan kejurcab. Bantuan itu berupa dana Rp 10 juta dan peralatan olahraga separo harga. "Kejurcab nanti akan dibagi tiga kategori, yakni pintar, cukup, dan belum bisa bermain bulu tangkis. Kelompok yang wajib dipertandingkan adalah anak usia dini dengan tujuan pemassalan," ujar Thomas. Dia menjelaskan, kejurcab harus dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan tujuan menambah jam terbang atlet. Selain itu, syarat menjadi pemain nasional minimal harus bertanding dua kali dalam setahun. Wajib "Dasar pengiriman atlet yang akan diterjunkan ke Moenadi Cup adalah Kejurcab. Kejurcab wajib diselenggarakan di setiap kabupaten/kota," tegasnya. Sejauh ini beberapa daerah aktif menggelar kejurcab seperti Semarang, Banyumas, Kudus dan Klaten. Daerah lain diharapkan segera mengikuti jejak itu. Pemenang Kejurcab akan diproyeksikan ke Pelatcab, pemenang kejurda ke Pelatda dan pemenang kejurnas ke Pelatnas pemula dan pratama. Sponsor kejurcab sudah ditentukan, yakni Rp 10 juta dari Djarum sebagai sponsor utama dan sisanya ditanggung pengcab masing-masing. (H32-31) |