logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 16 Desember 2007 NASIONAL
Line

Selamat Jalan Nakhon Sampai Jumpa di Laos

  • Indonesia Peringkat Keempat

TARI TRADISIONAL: Para penari Laos menampilkan tarian tradisional dalam acara penutupan SEA Games ke-24 yang berlangsung di Thailand. SEA Games mendatang akan diselenggarakan di Laos pada tahun 2009.

NAKHON RATCHASIMA - Api SEA Games XXIV/ 2007 kemarin dimatikan. Ini menandakan perhelatan olahraga terakbar ke-24 Asia Tenggara ke-24 itu selesai. Nakhon Ratchasima akan segera ditinggalkan dan Laos telah menunggu menjadi tuan rumah SEA Games berikutnya. Direncanakan, SEA Games ke-25 dilangsungkan pada 13-22 Desember 2009.

Ketua Olimpiade dan Komite Olahraga Nasional Laos Dr Phoutong Seng Akhom pun telah menyatakan kesiapan. "Pob Kan Tee Lao 2009" atau ''Selamat Bertemu Kembali di Laos 2009'' adalah tema sentral acara penutupan semalam di Stadion Utama Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Raja Bhumibol Adulyadej, Nakhon Ratchasima, Thailand timur laut.

SEA Games kali ini dipastikan meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi rakyat Thailand, karena dirayakan bersamaan dengan ulang tahun ke-80 Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej. Mereka bersukacita dan akhirnya memperoleh hasil gemilang baik prestasi maupun sukes penyelenggaraan. Memang telah terjadi beberapa protes di arena pertandingan. Namun itu semua tidak memengaruhi nilai semangat, persahabatan dan perayaan (spirit, friendship, and celebrations) yang memang menjadi tema SEA Games tersebut. Thailand sebagai kekuatan utama olahraga Asia Tenggara tidak lagi terbantahkan.

Ambisi dan obsesi mereka memberikan kado kemenangan bagi sang Raja menjadi kenyataan. Tuan rumah menjadi yang terbaik dengan merebut 183 dari 477 medali emas yang diperebutkan.

Dua perenang terpilih sebagai atlet terbaik putra dan putri SEA Games kali ini. Mereka adalah perenang putra asal Filipina Miguel Molina dan perenang putri Thailand, Natthanan Junkajang. Keduanya merebut empat medali emas.

Molina merebut medali emas 200 dan 400 meter gaya ganti perseorangan, 200 meter gaya punggung, serta estafet 4x100 meter. Sedangkan 4 medalil emas yang diraih Junkajang adalah 200 meter gaya bebas putri, 100 meter gaya bebas, 4x100dan 4x200 meter gaya ganti. Perenang tuan rumah tersebut juga merebut perak 400 meter gaya bebas.

Acara penutupan semalam dimeriahkan dengan ribuan penari, sinar laser, dan kembang api. Sesi hiburan berlangsung dalam tujuh babak. Sesi pertama yang dimulai pukul 18.00 menampilkan makna ''Pesan dari Hati''. Ini ditandai dengan masuknya para tamu undangan, termasuk putra mahkota Pangeran Maha Vajiralongkorn, yang menutup SEA Games XXIV/2007.

Sesi berikutnya adalah "Kreasi Semangat'' yang dilanjutkan dengan ''Kreasi Persahabatan'' dan ''Kreasi Persaudaraan''. Ketiga acara ini menampilkan budaya negara-negara peserta dan Thailand pada bagian timur laut tersebut. Acara ini ditampilkan selama 20 menit. Acara inti berlangsung selama 29 menit. Materi acara ini antara lain defile atlet per cabang olahraga. Kata penutupan diucapkan olah Pangeran Maha Vajiralongkorn, penurunan bendera Thailand dan bendera SEA Games 2007.

Beberapa saat kemudian, acara menjadi milik Laos yang akan menjadi tuan rumah SEA Games 2009. Acara berikutnya adalah "Kreasi Harapan" berupa pemadaman api di kaldron, diikuti "The Creation of Live World" dan "The Creation of Happiness & Prosperity", sekaligus menjadi penutup acara.

SEA Games 2009 akan digelar di ibukota Laos, Vientiane. Laos mendapat bantuan dari AS sebesar 80 juta dolar untuk menggeber acara ini. Dipertandingkannya 25 cabang olahraga di sana adalah sesuai dengan 25 kali pesta olahraga ini berlangsung. Dr Phoutong berharap Laos akan meraih 10 medali emas saat event ini berlangsung di Vientiane. Cabang harapan meraih emas adalah judo, petanque, karate, tinju dan pencak silat.

Namun SEA Games 2009 tidak akan memiliki perkampungan atlet. Atlet akan ditampung di hotel dekat pertandingan seperti di Vientiane, Lhuang Phrabang, dan Savannakhet. Ini tentu bisa menyulitkan sejumlah kontingen. Namun bagaimana pun Laos akan memberikan harapan kalau SEA Games adalah event olahraga yang menerapkan semangat persaudaraan dan pembelajaran. Event ini tentu tidak hanya milik sejumlah negara Asia Tenggara tertentu. Nyatanya Thailand telah mencoba format baru dengan melaksanakan SEA Games di luar ibukota negara. Hasilnya cukup menjanjikan.

Selamat jalan Nakhon, sampai jumpa di Vientiane... (40)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA