| Jumat, 14 Desember 2007 | SALA |
50 Manuskrip Radya Pustaka Rusak
SOLO- Sebanyak 50 manuskrip (naskah carik) tulisan Jawa koleksi Museum Radya Pustaka rusak dan tidak dapat dibaca. Lainnya, 24 naskah hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Kehilangan 24 manuskrip dan kerusakan 50 naskah itu melengkapi keburukan kondisi museum itu setelah diinventarisasi oleh BP3 atau Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah sekitar dua minggu, mulai 24 November hingga 3 Desember. Dalam hasil inventarisasi BP3 yang disampaikan ke Wali Kota Joko Widodo, sebanyak 52 dari 85 arca perunggu palsu atau dipalsukan. Rinciannya, 34 arca sudah pasti palsu sedang sisanya, 18 arca menunjukkan ciri-ciri dipalsukan. Hasil inventarisasi juga menunjukkan, 141 dari 121 arca batu masih asli di museum. Lainnya, 5 arca di Poltabes Surakarta untuk barang bukti. Sementara dari 228 koleksi keramik yang diinventarisasi, sebanyak 5 buah diketahui palsu. Ketua Tim Inventarisasi, Zaimul Azzah dari BP3 mengatakan, manuskrip di Museum Radya Pustaka yang berhasil diinventarisasi sebanyak 377 naskah. ''Selain 74 naskah hilang dan rusak, 157 naskah dengan 43 judul yang sama belum diketahui dari mana asalnya,'' katanya. Kepala BP3, Tri Hatmadji berharap, seluruh temuan dari inventarisasi itu ditindaklanjuti. Baik oleh Pemkot maupun Poltabes Surakarta yang telah dilapori adanya pemalsuan dan kehilangan berbagai koleksi itu. ''Kalau benda-benda koleksi itu masih berada di Indonesia, saya kira tidak sulit untuk melajak dan mengembalikan,'' katanya. Wali Kota, Joko Widodo mengatakan, hasil inventarisasi itu akan dijadikan titik tolak pengelolaan Museum Radya Pustaka secara profesional. Menurut dia, museum akan dibuka kembali setelah polisi selesai melakukan penyidikan terhadap para tersangka dan police line (pita kuning) dibuka. Terkait dengan pengembalian koleksi yang hilang, Jokowi mengaku telah mengantongi beberapa nama. Meski beberapa nama itu berada di Solo, namun Wali Kota tidak mau menyebut alamat jelas pembawa kolesi itu. Yang penting, menurut dia, niat baik mereka dalam mengembalikan benda itu. ''Kalau nanti saya sebut malah tidak jadi mengembalikan,'' katanya.(G8-42) |