| Jumat, 14 Desember 2007 | INTERNASIONAL |
Polwan Pertama Palestina Mulai BertugasRAMALLAH - Para pejalan kaki Palestina dibuat ternganga-nganga saat melihat pemandangan aneh di jalan raya, kemarin. Sejumlah wanita menjalankan tugas berbahaya yang biasa dilakukan kaum pria. Ya, beberapa wanita yang berprofesi sebagai polisi itu untuk kali pertama bertugas mengatur lalulintas di Kota Ramallah, Tepi Barat. Wanita-wanita itu mengenakan seragam berupa celana panjang biru laut dan kemeja biru muda, dan banyak di antara mereka memakai jilbab biru laut. Beberapa polisi pria menyeringai ke arah polwan itu saat mereka mengatur lalulintas dan minta para pejalan kaki menyeberang dengan mematuhi lalulintas pada hari pertama mereka bertugas. Rekrut baru itu merupakan bagian dari kelas pertama polwan Palestina yang belum lama ini menyelesaikan program pelatihan yang disponsori Uni Eropa (UE). Program itu merupakan bagian dari upaya UE untuk memperbaiki badan-badan penegak hukum Palestina yang kurang peralatan. Selain mengatur lalulintas, tugas mereka juga mencakup melakukan patroli jalan raya, menggeledah rumah, dan memeriksa keamanan kaum wanita di penjara-penjara dan universitas. Peran-peran otoritas bagi kaum wanita kurang disukai dalam masyarakat Palestina yang konservatif, namun beberapa orang yang melihatnya mengatakan mereka mengesankan. Ashjan Abu Srour, polwan berusia 23 tahun, mengenakan jilbab saat dia membujuk sepasang lansia berjalan di trotoar, bukan di tengah jalan. "Awalnya saya agak takut, karena komunitas kami menerapkan gaya hidup khusus bagi kaum wanita," aku Abu Sour. Menurut penghitungan terbaru UE, jumlah total wanita yang ikut dalam dinas kepolisian sipil Palestina hanya 500, dibandingkan dengan lebih dari 18.000 pria. Para wanita sebagian besar dibatasi untuk tugas administrasi.(ap-niek-26) |