logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 14 Desember 2007 BANYUMAS
Line

Rumah Pengusaha Jamu Dirusak

BANYUMAS-Rumah mewah dan gudang milik Wastam (30), pengusaha jamu di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Rabu (12/12) sore dilempari batu oleh sekitar 200 orang. Selain melempari rumah Wastam, massa juga melempari rumah mertuanya, Chotim (55), yang jaraknya sekitar 100 meter dari rumah korban. Selain itu, massa berkonvoi sepeda motor juga melempari rumah Saryadi (55) (orang tua Wastam) di Desa Karanganyar, Kecamatan Jatilawang. Sebuah bus milik Wastam yang diparkir di gudang jamu Desa Karanganyar itu, ikut dilempari hingga sebagian kaca bus hancur.

Akibat kejadian itu, kaca jendela rumah Wastam, Chotim dan Saryadi pecah. Saat terjadi amukan massa itu, rumah dan gudang kosong. Penghuninya sudah pergi. Wastam sendiri dikabarkan di Jakarta.

Aksi perusakan itu terjadi setelah Agus Siswanto (42) asal Tunjung, yang semula dikabarkan meninggal karena overdosis ternyata dari hasil penyelidikan, meninggal akibat dianiaya. Agus meninggal pada Minggu (9/12) lalu.

Dia diduga meninggal karena dianiaya oleh beberapa orang dari sebuah kelompok yang menjual jasa keamanan kepada sejumlah pengusaha di Jatilawang, Wangon dan sekitarnya. Salah satu yang dijaga keamanannya adalah gudag jamu milik Wastam. Agus dianiaya karena dituduh terlibat dalam pencurian alumunium foil (bahan untuk membungkus jamu) di gudang jamu tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, ternyata pencurinya bukan Agus, tapi orang lain. Tapi warga Tunjung itu sudah jadi korban penganiayaan hingga akhirnya meninggal.

Konvoi

Atas meninggalnya Agus itu, ratusan orang yang simpati terhadap korban, pada Rabu sekitar pukul 16.00, melakukan arak-arakan motor. Ada 100 motor lebih yang masing-masing berboncengan konvoi dari arah Jatilawang. Tujuannya adalah menggeruduk kantor layanan jasa keamanan di Wangon.

Sesampai di Wangon, kantor kosong. Anggota Polsek Wangon pun berjaga-jaga agar massa tidak melakukan kerusuhan. Massa hanya berorasi di halaman kantor itu menuntut agar pelaku pembunuhan Agus diproses dan kelompok yang membuka jasa layanan keamanan dibubarkan.

Usai orasi, mereka kembali ke Jatilawang. Sekitar pukul 17.00, sampai di depan rumah Wastam dan mertuanya, konvoi kendaraan berhenti. Massa yang menuduh Wastam ada hubungannya dengan kelompok jasa pengamanan di Wangon, melampiaskan emosinya dengan melempari dua rumah mewah yang berada di tepi jalan raya itu.

Anggota Polsek Jatilawang dipimpian Kapolsek AKP Riyatno berhasil menghalau massa. Massa meninggalkan Desa Tunjung. Anggota Polsek meminta agar massa membubaran diri dan tak melakukan aksi perusakan.

Kapolres Banyumas AKBP Suherman mengatakan, untuk menjaga agar massa tak kembali melakukan perusakan, selain menurunkan pasukan Dalmas untuk berjaga-jaga di lokasi, anggota Polsek juga berpatroli.(G23-55)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA