|
|
Catatan buram masih menyelimuti perjalanan kita sepanjang tahun 2007.
Juga ketika kita melihat prospek 2008. Salah satu fokus evaluasi menyangkut
upaya pemberantasan korupsi di negara kita. Mungkin tidak fair kalau
dikatakan gagal sama sekali atau pun tak menghasilkan apa-apa. Bagaimana
pun berbagai langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini sudah
memberi citra positif kendati hasilnya masih terlampau minim. Kalau diperhitungkan
antara biaya yang dikeluarkan dengan uang negara yang berhasil dikembalikan
sangatlah timpang.
|
 |
Pemerataan pembangunan, jargon yang diagungkan pemerintah negeri ini
pada era Orde Baru, merupakan konsep yang keberhasilan aplikasinya sangat
bisa diukur. Tuntutan bagi penerapan lebih luas otonomi daerah ketika reformasi
bergulir, menunjukkan betapa ketimpangan dalam pembagian kue pertumbuhan
ekonomi mudah terasakan. Keprihatinan makin mendalam, setelah menyaksikan
Thailand kembali mampu menggelar SEA Games di luar ibu kota.
|
 |
BERBAGAI upaya pemberantasan korupsi termasuk menyeret para koruptor
ke pengadilan telah dilakukan oleh hukum di Indonesia, tetapi hasilnya
belum menyentuh rasa keadilan rakyat. Terkesan tebang pilih dan tebang
pesanan. Terpilihnya Antasari Azhar sebagai Ketua KPK periode 2007-2011 dinilai
kontroversial karena mendapat penolakan publik, tapi justru terpilih.
|
 |
LAGI-LAGI, masyarakat di negeri ini dihantui persoalan Bahan
Bakar Minyak (BBM). Luka lama akibat kenaikan drastis di tahun 2005 yang
rata-rata 126 persen belum juga sembuh, kini telah mulai digoyang lagi.
Kemasan kali ini memang bukan kenaikan harga, tetapi pasokan BBM bersubsidi
dikurangi. Namun yang paling merasakan dampak negatifnya setali tiga uang
alias sama, yakni rakyat di lapis bawah.
|
 |
BOLEH jadi, Anda, apalagi para koruptor dan keluarganya, tersenyum
kecut membaca judul di atas. Pesan adalah slogan yang diusung Komite Penyilidikan
dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng dalam peringatan
Hari Anti-Korupsi Internasional ke-4 pada 9 Desember. Jangan heran jika
Anda menemuinya pada baliho, spanduk,
|
 |
Usulan pelapor khusus PBB Manfred Nowak kepada Menteri Hukum dan HAM
Andi Mattalatta di gedung Dephum Jakarta agar hukuman berat patut dijatuhkan
bagi para pelaku tindak penyiksaan khususnya yang terjadi di ruang tahanan
kepolisian, militer, lapas, penjara wanita dan remaja. Harapan saya hal
ini bisa ditindaklanjuti sampai ke jajaran terbawah.
|
|