| Selasa, 11 Desember 2007 | SALA |
Bursa Kerja Tidak EfektifBALAI KOTA-Pemkot Surakarta membuka 2.660 lowongan bagi para pencari kerja dalam bursa kerja yang digelar hari ini dan besok di gedung Graha Wisata Niaga, Jalan Slamet Riyadi. Sebanyak 1.660 lowongan dari 12 perusahaan ada di luar negeri. Seperti Malaysia, Brunai, Qatar, Taiwan, dan Makao. Sisanya 1.000 lowongan dari 37 perusahaan penempatannya di dalam negeri. ''Lowongan pekerjaan yang ditawarkan di luar negeri semuanya di sektor formal, bukan pembantu rumah tangga,'' kata Kepala Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kota Surakarta, Sundjojo di Balai Kota, Senin (10/12). Di Malaysia, pekerjaan yang ditawarkan antara lain perawat dan pabrik playwood. Di Brunei ada koki restoran, teknisi komputer, konstruksi, tukang kebun, desain grafis, dan pelayan toko. Di Taiwan menawarkan pekerjaan operator mesin produksi. Di Qatar ada pengasuh bayi, dan di Makao ada konstruksi, tukang las, dan perhotelan. Adapun lowongan pekerjaan yang ditawarkan di dalam negeri antara lain di pabrik garmen, perhotelan, jasa keuangan, valas, asuransi, perusahaan makanan, diler kendaraan, ritel, dan percetakan. Menurut Sundjojo, pekerjaan-pekerjaan di luar negeri itu menarik apalagi gaji yang ditawarkan cukup besar. Dalam bursa kerja selama dua hari itu, lanjut dia, nantinya Disnakertrans juga membuka wawancara langsung, sehingga pelamar atau pencari kerja bisa langsung mendapatkan pekerjaan. ''Kami juga akan lounching bursa kerja online melalui internet. Siapa pun boleh mengakses dan gratis,'' katanya. Sementara itu dari evaluasi bursa kerja yang digelar Agustus 2007 lalu, sebanyak 3.153 lowongan dari 45 perusahaan yang ditawarkan hanya menyerap 371 pekerja. Dengan serapan yang hanya 10 persen itu tentu saja tidak efektif. Sundjojo mengakui, sedikitnya serapan pekerja dari bursa itu diakibatkan oleh kurang menariknya lowongan kerja yang ditawarkan. (G8-67) |