| Selasa, 11 Desember 2007 | MURIA |
WORO WORONelayan Enggan ke TPIPATI- Lebih lima tahun, baik alur maupun muara Kali Tayu Kabupaten Pati tak pernah lagi dikeruk. Akibatnya, sepanjang alur kali mulai sekitar jembatan hingga muara, mengalami pendangkalan cukup parah. Menurut Kepala Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kardjono SH, kini sungai yang melintas di desanya itu tak pernah lagi disinggahi perahu nelayan dari daerah lain. Sebelumnya, nelayan Indramayu Jawa Barat; Pandangan Kragan Rembang; dan Tuban, jika kembali dari melaut pasti singgah dan merapat di Dermaga Sambiroto. Dampak dari dangkalnya muara tersebut, kini juga dialami tempat pelelangan ikan (TPI) setempat. Sudah setahun lebih, di TPI itu tidak ada kegiatan lelang ikan, karena yang bisa merapat ke dermaga hanya perahu-perahu kecil nelayan setempat. (ad-54) Puluhan Pendemo Tidur di Jalan KUDUS - Belasan simpatisan yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM), Senin (10/12) menggelar aksi di kawasan Simpang Tujuh. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hak Asasi Manusia (HAM), kemarin. Selain menggelar orasi, beberapa pelaku unjuk rasa juga memberikan selebaran kepada pengguna jalan yang melintas di tempat itu. Tidak ketinggalan, beberapa peserta juga memeragakan happening art. Sebagian dari mereka tidur di tepi jalan, tanpa mengabaikan sengatan matahari yang cukup terik. Menurut koordinator aksi, Agus Wahyu, hal itu mencerminkan nasib orang-orang yang masih tertindas hak asasi manusianya. (H8,H35-76) Tim Pengawas Akan Dibentuk JEPARA-Setelah monitoring masalah pupuk yang dilakukan oleh Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah belum lama ini, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara akan segera merealisasikan tim pengawas pupuk bersubsidi yang sudah ada SK Bupati sebagai landasan hukumnya. Keterangan tersebut disampaikan oleh Kepala Distanak Jepara, Ir Suripno MSi. Urgensi pembentukan tim pengawas tersebut, menurutnya, sebagai tindak lanjut dugaan penyimpangan pupuk yang dilakukan oleh pihak distributor tertentu yang ramai diberitakan pada sejumlah media massa. "Segera akan dibentuk tim yang bertugas melakukan pengawasan alur pupuk bersubsidi. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dugaan penyimpangan yang terjadi," ujarnya. (J4-36) Pembangunan IPAL Dikebut KUDUS - Pembangunan instalasi pengolah air limbah (IPAL) di Desa Ploso RT 1 RW 2 Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terus dikebut. Diharapkan, dalam waktu dekat bangunan tersebut dapat difungsikan untuk mengolah limbah cair dari pabrik pembuatan tahu. Sedangkan bakteri dalam limbah dapat dimanfaatkan untuk energi biogas. Kasi Penanggulangan Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan Energi, Wahyudi mengatakan, diperkirakan pembangunan IPAL ini selesai dalam bulan ini. "Mengingat pencemaran limbah cair di Sungai Kaligelis semakin bertambah, maka pembangunan IPAL terus dikebut. Dalam waktu dekat bisa langsung difungsikan," katanya, kemarin. Pembangunan IPAL dilakukan di daerah yang terdapat pabrik pembuatan tahu. Kapasitas berbeda-beda. Di Desa Ploso, Kecamatan Jati, berkapasitas 1 ton. Di Desa Panjang, Kecamatan Bae 600 kg, Desa Klaling, Kecamatan Jekulo 300 kg, dan Desa Garung, Kecamatan Kaliwungu berkapasitas 600 kg. (J18-54) |