logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 11 Desember 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Makan Kertas dan Sabuk

BEIJING - Selama enam hari terperangkap di perut bumi akibat terowongan pertambangan runtuh, 11 pekerja tambang China bertahan hidup dengan cara makan kertas dan sabuk yang direbus.

Mereka berhasil dikeluarkan oleh petugas dari terowongan tambang ilegal emas Minggu pagi. ''Awalnya kami makan kertas koran saat perut terasa lapar. Kemudian, kami makan kulit jeruk,'' kata Wu Pengyong (33), salah seorang pekerja tambang itu.

''Saat kami merasa lapar lagi, saya memotong sabuk kulit dan merebusnya hingga empuk. Setelah itu saya membagi-bagikan rebusan sabuk itu kepada teman-teman,'' tuturnya. Kecelakaan pertambangan sering terjadi dan telah menewaskan ribuan orang di China. (ant-25)

Berdamai dengan Bumi

OSLO - Al Gore mengimbau dunia untuk menghentikan perang dan mulai menciptakan perdamaian. Dia menyampaikan imbauan itu dalam pidatonya di Balai Kota Oslo saat dia menerima penghargaan Nobel Perdamaian 2007 kemarin.

''Tanpa sadar, kita telah mengobarkan perang dengan bumi kita sendiri,'' kata mantan wakil presiden Amerika Serikat itu. ''Inilah saatnya kita berdamai dengan bumi.'' Gore memperoleh penghargaan Nobel itu bersama Panel Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin Rajendra Pachauri. ''Jaringan kehidupan yang menjadi sandaran kita sedang mengalami perusakan. Bumi pun menjadi panas,'' ujar Gore (rtr-ben-25)

Di Paris, Gaddafi Berkemah

PARIS - Pemimpin Libia Moammar Gaddafi tiba di Paris kemarin untuk meneken kontrak nuklir dan penerbangan miliaran euro. Selama kunjungan lima hari di Paris itu, Gaddafi tinggal di sebuah tenda ala suku Badui. Tenda tersebut berada tak jauh dari istana presiden Elysee.

Gaddafi diperkirakan akan menyepakati pembelian sejumlah pesawat Airbus, satu reaktor nuklir dan beberapa jet tempur Rafale. Nilai transaksi itu mencapai sekitar tiga miliar euro (sekitar Rp 40 triliun).

Seif el-Islam, putra Gaddafi, mengatakan kunjungan resmi itu merupakan lawatan pertama ayahnya ke Prancis sejak 1973. ''Kunjungan ini merupakan perayaan bagi terjalinnya ''hubungan baru'' di antara kedua negara,'' kata Seif.(ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA