SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 10 Desember 2007

Bank Indonesia akhirnya kembali menurunkan BI rate dari 8,25 persen menjadi 8 persen. Rencana ini sudah cukup lama namun agak tertunda setelah beberapa waktu lalu terjadi fluktuasi yang diakibatkan kenaikan harga minyak dunia hingga mendekati 100 dolar AS dan juga kecenderungan kenaikan laju inflasi. Penurunan sebesar 25 basis poin sudah dilakukan untuk kesekian kali. Kendati bertahap namun selama setahun ini sudah cukup signifikan yakni secara keseluruhan hampir 2 persen. Bagaimana pun ini patut disambut baik. Hanya saja, kebijakan ini tak akan berarti apa-apa kalau tidak direspons segera oleh kalangan perbankan.

Dalam khasanah politik luar negeri Amerika Serikat, kalimat yang paling sering muncul di media massa adalah stay the course, yang artinya ''pada garis dan arah yang sudah ditetapkan''. Kalimat tersebut selalu muncul dalam setiap perdebatan di Washington mengenai arah kebijakan perang di Irak. Pemerintahan George W Bush selalu menampik kemungkinan perubahan kebijakan mengenai Irak, kendati sudah dihadapkan pada kenyataan tidak ada bukti keberadaan senjata pemusnah massal, alasan utama untuk menginvasi Irak. Washington tetap ngotot melanjutkan misi di Irak hingga sekarang ini.

Pelanggaran hukum atau perilaku menyimpang yang dilakukan masyarakat akan diproses sesuai dengan logika hukum positif. Tetapi ketika hukum dilanggar oleh para elite politik dan birokrasi tingkat tinggi, ia berubah menjadi hukum kompromis.

SUNGGUH saya terkejut ketika mendengar lagu "Cucakrowo"í dinyanyikan dalam irama jazz. Lebih terkejut lagi, karena alunan musik itu bukan hanya diiringi instrumen modern, melainkan juga gendang Jawa. Penabuh gendang pun mengenakan surjan dan blangkon. 

MUNGKIN kita sudah pernah mendengar sekolah bertaraf internasional (SBI). Keberadaannya sudah di-launching beberapa tahun yang lalu. Sebuah nama sekolah yang amat bergengsi, sesuai dengan Undang-Undang (UU) 20/2003 Pasal 50 Ayat 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Pecinta bola Kota Semarang resah atas keputusan Dewan yang tidak menyetujui permintaan dana tambahan bagi PSIS dengan alasan dana yang telah digelontorkan sudah cukup banyak. Keputusan itu sebenarnya baik kalau dilihat dari sudut pandang bahwa dana dari masyarakat benar-benar bisa dipertanggungjawabkan oleh manajemen PSIS.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA