| Senin, 10 Desember 2007 | RAGAM |
Aster, Bunga Potong yang Kaya Warna
ASTER (Callistepus chinensis) merupakan salah satu tanaman bunga yang kaya warna, sesuai dengan varietas atau jenisnys. Misalnya Aster chinensis tipe princes, dengan bunga berwarna pink, biru muda, biru tua, kuning muda, dan putih. Ada lagi Aster chinensis tipe amerika, dengan warna bunga biru, merah lembayung, merah, pink, dan putih. Sedangkan Aster chinensis tipe liliput memiliki bunga berwarna putih, merah tua, merah muda, dan biru. Yang paling banyak ditanam di Indonesia adalah aster china. China memang disebut-sebut sebagai negara asal tanaman ini. Bunganya lebih sering dijadikan bunga potong. Mengapa dinamakan aster? Nama aster berasal dari kata a star, yang berarti sebuah bintang. Sosok bunganya memang menyerupai bintang, tetapi dalam format agak bulat hingga mirip cakram. Helaian bunganya tersusun membentuk lingkaran. Tangkai bunganya ada yang pendek, ada pula yang panjang. Ukuran bunga bervariasi, dengan diameter 4-7 cm. Terkadang kita rancu membedakan antara aster dan krisan. Tampilannya hampir sama. Jika ditelusuri lebih cermat, terlihat jelas perbedaannya. Daun aster berwarna hijau, berbentuk lanset, tak lebar, dan tepi daun agak bergigi. Tinggi tanaman bervariasi, tergantung varietasnya, mulai 20 cm (tipe liliput) hingga 75 cm (amerika). Tanaman ini tumbuh merumpun dan bercabang. Cara Menanam Daerah ideal untuk menanam aster adalah kawasan pegunungan. Namun di daratan rendah pun aster bisa tumbuh. Ia menyukai tempat terbuka. Itu berarti aster yang biasanya dijadikan bunga potong bisa tampil cantik sebagai penghias halaman rumah. Perkembangbiakannya cukup mudah. Anda tinggal datang ke toko atau kios pertanian terdekat, lalu membeli biji-biji aster dalam kemasan. Sebelum biji ditabur, sediakan bak persemaian yang telah diisi media tanam. Media tanam berupa campuran tanah halus, pasir, dan kompos. Media tanam disiram agar lembap. Buat larikan dalam bak persemaian, lalu biji disebar. Tutup dengan tanah. Beberapa hari kemudian, biji-biji akan berkecambah dan akhirnya kita mendapatkan bibit aster. Jika bibit aster memiliki 4-5 helai daun dan tingginya 10-15 cm, berarti aster siap ditanam di halaman. Tanah di halaman perlu diolah. Cangkul dan biarkan selama dua minggu, lalu dicangkul lagi. Buatlah bedengan selebar 100-200 cm, lalu taburkan pupuk kandang di atas bedengan sebanyak 2 kg/m2. Setelah itu, bibit ditanam. Caranya, buat lubang tanam, lalu bibit ditanam secara tegak pada lubang tersebut. Padatkan tanah di sekitar lubang, dan pasang penyangga bambu. Waktu tanam biasanya sore hari di musim penghujan. Langkah berikutnya adalah perawatan, termasuk pemupukan. Pemupukan dapat dilakukan satu bulan sekali, dengan memasukkannya ke dalam larikan, berjarak 10-15 cm dari batang tanaman, kemudian ditutup dengan tanah. Pada umur 3-4 bulan, bunga aster sudah bisa dipetik. Tentu ada aturan mainnya. Idealnya, pemetikan dilakukan tiga hari sebelum bunga mekar penuh, atau saat kuntum bunga setengah mekar. Lakukan pemetikan saat cuaca cerah, pagi atau menjelang sore. Saat memetik, gunakan gunting pangkas. Pangkas tangkai bunga sepanjang 50-70 cm (tergantung varietasnya). Yang perlu diingat, kualitas aster bunga potong sangat ditentukan oleh penampilannya memikat. Sementara kesegaran setelah dipotong dibatasi oleh waktu. (Dela SY, dari berbagai sumber-32) |