| Senin, 10 Desember 2007 | PANTURA |
Jateng Juara 2 Populasi Sapi PotongPosisi Tawar Peternak Masih LemahBATANG - Jateng merupakan penghasil ternak sapi potong ke dua tingkat Nasional setelah Jawa Timur. Sekarang ini, populasinya mencapai kurang 1,3 juta ekor. Secara nasional kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat ditetapkan dalam standar pangan dan gizi melalui Widya Karya Nasional. Kebutuhan protein daging 10,1kg per kapita per tahun, telur 4,7 kg/tahun serta susu 6,1 kg per kapita per tahun. "Hingga saat ini Dinas Peternakan bersama Pemprov terus berupaya memenuhi kebutuhan pemenuhan daging yang tahun 2007 ini baru mencapai 6,28 kg per kapita per tahun. Kekurangan itu akan dipenuhi dengan pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan melalui program pembinaan usaha peternakan menuju swasembada daging tahun 2010, "ujar Kepala Dinas Peternakan Pemprov Ir Kusmaningsih MP saat mendampingi Gubernur H Ali Mufiz pada peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-27 yang dipusatkan di Desa Wonokerso, Sabtu 8/12 lalu. Menurut dia, permasalahan yang dihadapi sektor peternakan adalah beberapa kelemahan di sektor usaha kecil, yakni pengolahan yang masih tradisional, permodalan yang lemah, teknologi, dan kepemilikan lahan yang mahal. "Disamping itu, harga ternak yang mahal serta posisi tawar peternak yang kurang menguntungkan. Sisi lain di tingkat regional maupun nasional masih terdapat ketergantungan pada sarana produksi, seperti bahan pakan impor ada jagung, bungkil kedelai, tepung ikan dan bahan lainnya." Disamping itu, juga kemampuan SDM yang masih perlu ditingkatkan kompetensinya dibidang usaha peternakan. Gubernur H Ali Mufiz menyatakan, dalam rangka menjaga dan meningkatkan ketersediaan bahan pangan, Pemprov telah melaksanakan beberapa upaya strategis. Antara lain, memperluas areal tanam padi dengan memanfaatkan lahan kurang produktif dan lahan tidur. "Meningkatkan akseptor inseminasi buatan (IB) untuk sapi dan mengurangai pemotongan sapi betina yang produktif guna meningkatkan ketersediaan ternak. Selain itu, menaikkan jumlah produksi ikan dengan cara meningkatkan pemanfaatan sumber daya air di daratan, serta pengembangan tanaman perkebunan dan holtikultura." Terpisah, Bupati H Bambang Bintoro menjelaskan, ketahanan pangan di daerahnya dilaksanakan dengan kegiatan yang diarahkan pada peningkatan pemanfaatan lahan secara efektif. Sehingga, penyediaan pangan seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk. Selanjutnya dikembangkan ke arah pengembangan usaha yang berorientasi ekspor. "Dengan mendayakan poetnsi alam yang ada serta memberdayakan peran serta masyarakat, khususnya petani, peternak, dan nelayan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bahan pangan. Sehingga, target swasembada beberapa komuditas bahan pangan dapat segera tercapai." Pada upacara HPS itu yang sekaligus Puncak Penghijauan dan Konservasi Alam Nasional (PPAKN), Puncak Aksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan, serta Hari Nusantara Ke-8 diserahkan tropi kejuaraan berbagai lomba oleh Gubernur. (ar-61) |