logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 10 Desember 2007 KEDU & DIY
Line

Demonstran Khawatirkan Kehancuran Bumi

YOGYAKARTA - Puluhan aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Sahabat Lingkungan (Shalink) DIY berunjuk rasa, Sabtu (8/12) lalu. Mereka menuntut semua peserta pertemuan Bali meratifikasi Protokol Kyoto agar bumi terhindar dari kehancuran.

Mereka berjalan kaki dari Taman Pakir Abubakar Ali melintasi Malioboro dan berakhir di perempatan Kantor Pos Besar. Selama perjalanan demonstran meminta masyarakat ikut menjaga lingkungan. Upaya menjaga lingkungan tak bisa hanya dilakukan satu pihak saja namun harus bersama-sama.

"Namun yang lebih penting adalah kebijakan negara yang harus meratifikasi Protokol Kyoto untuk mempertahankan bumi dan isinya," tandas koordinator aksi, Chandra.

Isu Politis

Selain mendesak negara-negara yang tengah membahas pemanasan global di Bali, dia juga menyatakan gerakan menjaga lingkungan jangan sampai hanya menjadi isu politis. Masing-masing negara termasuk Indonesia hendaknya melakukan gerakan budaya massal merehabilitasi alam.

Dia mengungkapkan, pemanasan global saat ini menjadi agenda masyarakat dunia. Indonesia harus ikut pula menyelesaikan persoalan tersebut. Pasalnya, sekarang dampak negatifnya sudah terasa yakni meningginya permukaan air laut, peningkatan suhu, dan perubahan musim tanam.

Tanpa bermaksud menakuti, Chandra memaparkan, pada tahun 2040 nanti diperkirakan permukaan es akan meleleh yang dapat mengakibatkan ribuan hektare daratan bakal tenggelam. Bahkan ada dugaan pada tahun 2015 ribuan pulau kecil dan wilayah pesisir terlebih dahulu akan tenggelam. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA