| Senin, 10 Desember 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATKepala Polisi DibunuhBAGDAD - Sebuah bom mobil menghancurkan konvoi yang membawa kepala polisi provinsi sebelah selatan Bagdad, kemarin. Ledakan di provinsi yang didominasi kelompok syiah itu menewaskan kepala polisi tersebut dan dua pengawalnya, kata polisi. Insiden itu merupakan yang terbaru dari serangkaian pembunuhan terhadap para pemimpin di wilayah syiah di selatan ibu kota itu saat militan dan faksi-faksi lain berebut menguasai daerah itu. Mereka ingin pasukan pimpinan Amerika Serikat ditarik dari daerah itu. Ledakan di ibu kota Provinsi Babil, Hillah, sekitar 60 mil selatan Bagdad, itu menewaskan Brigjen Qais al-Maamouri dan dua pengawalnya, kata polisi setempat yang tidak bersedia disebut namanya. Polisi mengumumkan larangan keluar rumah tidak terbatas dan jalan-jalan sepi di tengah kekhawatiran penangkapan dan bentrokan menyusul pembunuhan itu. Dua gubernur wilayah selatan tewas musim panas ini. Tewasnya Gubernur Muthanna, Mohammed Ali al-Hassani, dan mitranya dari Qadasiyah, Khalil Jalil Hamza, menimbulkan kekhawatiran perebutan kekuasaan di antara faksi-faksi syiah di wilayah kaya minyak itu. Kelompok militan juga mengarah pejabat darah Irak untuk mengintimidasi orang-orang yang dituduh berkolaborasi dengan Pemerintah Irak dan Amerika Serikat.(ap-niek-26) Serbia Pilih Presiden BANJA LUKA - Rakyat Serbia Hercegovina, kemarin, memberikan suara untuk memilih pengganti mendiang presiden Milan Jelic, pada saat negara Balkan tersebut membuat langkah pertama untuk bergabung dengan Uni Eropa. Sekitar 1,1 juta pemilih akan memilih di antara 10 calon Presiden Republik Srpska (RS). Mereka adalah warga Serbia yang tak bernegara bersama dengan Federasi Muslim Kroatia yang terbentuk setelah perang Bosnia. Jelic, anggota partai berkuasa Uni Sosial Demokrat Independen (SNSD), meninggal karena serangan jantung pada 30 September sekitar setahun setelah dia terpilih sebagai presiden. Rajko Kuzmanovic, kandidat dari SNSD, diduga akan tampil sebagai penggantinya, karena partai tersebut masih sangat populer di kalangan masyarakat Serbia. Survei Program Pembangunan PBB belum lama ini menunjukkan, SNSD didukung oleh 45,9 persen pemilih Serbia Bosnia, meninggalkan nasionalis Partai Demokratik Serbia (SDS) yang hanya meraih 10,4 persen.(ant-26) |