logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 10 Desember 2007 INTERNASIONAL
Line

Pasukan Afghan dan NATO Tangkap Dua Komandan Talib

KABUL - Dua komandan senior Talib ditangkap pasukan Afghan dan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang menyerang daerah basis kelompok militan itu di Afghanistan selatan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan kemarin menyatakan operasi militer gabungan di Musa Qala, Provinsi Helmand, telah berhasil meringkus Mullah Mateen Akhond dan Mullah Rahim Akhond.

Kota Musa Qala memiliki arti sangat strategis karena selama ini dikuasai gerilyawan Talib. Penyerbuan itu dimulai sejak Jumat lalu. Juru bicara militer Inggris mengatakan, pasukan NATO telah menerobos pertahanan musuh. Kini, pasukan Afghan menyerang ke pusat distrik itu.

''Operasi militer itu bertujuan memudahkan pasukan Afghan mengambil alih kota itu,'' kata Jenderal Dan McNeill, komandan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO di Afghanistan. ''Sekarang semua berjalan sesuai rencana.''

Agresi itu diperkirakan berlangsung sampai beberapa hari. Namun pasukan Afghan dan NATO tampaknya telah memetik kemenangan sementara setelah mereka menangkap dua komandan Talib tersebut.

Mullah Rahim Akhond adalah gubernur Talib di Helmand, sementara Mullah Mateen Akhond merupakan kepala Distrik Musa Qala.

Talib Mengancam

Seorang prajurit Inggris menemui ajal di Afghanistan selatan Sabtu lalu. Namun tidak ada penjelasan apakah kematian prajurit itu terkait dengan pertempuran di Musa Qala.

Juru bicara Talib Qari Mohammad Yousuf mengatakan, kelompoknya telah menewaskan lebih dari 30 tentara NATO dan Afghan. Dia juga mengakui empat pejuang Talib meninggal.

Menurut Yousuf, gerilyawan bersembunyi di bunker-bunker di Musa Qala. Dia memperingatkan akan jatuh banyak korban apabila pasukan NATO dan Afghan menyerbu pusat kota Musa Qala.

Pemerintah Afghan mengimbau gerilyawan Talib untuk meletakkan senjata.

McNeill mengatakan puluhan gerilyawan tewas saat Talib menyerang pos militer Afghan di pinggiran Musa Qala. Dua warga sipil juga menjadi korban dalam baku tembak di kota tersebut. Kementerian Pertahanan menjelaskan, sekitar 300 penduduk sipil telah mengungsi. Namun McNeill mengatakan masih banyak warga biasa di pusat kota Musa Qala. (rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA