| Sabtu, 08 Desember 2007 | SALA |
SUBOSUKOWONOSRATENBupati Kalah di PT-TUNBOYOLALI- Bupati Boyolali Sri Moeljanto kalah di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Surabaya dalam kasus penutupan peternakan ayam di Winong, Kecamatan Boyolali Kota. Dalam putusannya, hakim menguatkan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang memenangkan penggugat, yaitu para peternak ayam. ''Kami akui dalam putusan banding di PTTUN kami dinyatakan kalah,'' ujar Bupati Sri Moeljanto usai shalat Jumat di Masjid Agung, Boyolali, Jumat (7/12). Dijelaskan, apa yang dilakukannya dengan menutup peternakan ayam tersebut sudah sesuai dengan perda. Sesuai Perda RUTRK maka kawasan Winong bukanlah diperuntukkan bagi peternakan ayam. Kawasan itu untuk pengembangan hunian warga. Mengacu perda, maka pihaknya berencana menutup peternakan tersebut karena dinilai mengganggu masyarakat. Disinggung tentang langkah ke depan, pihaknya tetap akan menegakkan perda. Dia juga mengajak masyarakat untuk menghormati seluruh proses hukum yang terjadi. Namun demikian, rencana penutupan peternakan ayam akan tetap dilaksanakan secara bertahap. Caranya, peternak yang tak memiliki izin harus menutup usahanya. Sedangkan bagi yang berizin tetap diberi kesempatan melanjutkan usahany. (G10-50) Pengecer Liar Ditertibkan SRAGEN- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Indagkop dan UKM) Kabupaten Sragen segera melakukan pengecekan lapangan, terkait kenaikan harga pupuk di wilayah Eks Kawedanan Gemolong. Menurut Kasi Pengembangan Perdagangan dan Jasa (PPJ) Diperindagkop dan UKM Sragen, Yoseph B Passar, kenaikan harga pupuk yang terjadi akhir-akhir ini penyebabnya antara lain, tindakan pengecer liar (spekulan pupuk) yang memanfaatkan situasi. "Kemunculan spekulan membuat harga pupuk tidak menentu, jika tidak ditertibkan akan berpengaruh pada stabilitas harga dan berujung pada resahnya petani," ujar Yoseph, kemarin. Para spekulan sering memanfaatkan peluang disaat musim tanam (MT I) datang, di mana kebutuhan pupuk bagi petani meningkat. Akibat ulah spekulan itu, petani banyak dirugikan, karena harga pupuk di pasaran tidak menentu. "Untuk itu, Disperindagkop dan UKM akan terus memantau perkembangan harga di lapangan. Dan berusaha menutup celah para spekulan agar tidak mempermainkan harga lagi," tegas dia. (J5-42) Festival Bonrojo dan BSF SOLO- Kalender peristiwa budaya di Solo pada akhir 2007 akan dihiasi dengan digelarnya dua festival secara berturut-turut di Taman Sriwedari Solo. Festival Bonrojo dan Bengawan Solo Festival akan berlangsung 10-16 Desember. Hal itu ditegaskan Ketua Panitia BSF, Dr Darsono MSn, Jumat (7/12). Darsono yang juga pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo mengatakan, sebelum dua festival dibuka akan diadakan jelajah warisan budaya dengan mengunjungi sejumlah pusat kegiatan warisan budaya bergerak. Antara lain menyaksikan perajin gamelan atau wayan kulit. Tema BSF adalah Aktualisasi Warisan Budaya Bergerak. Suprapto Suryodarmo, ketua Festival Bonrojo menyebut diharapkan mampu menggugah kembali rasa memiliki yang berlandaskan jiwa budaya terhadap Taman Sriwedari. Di masa depan, diharapkan taman itu bisa sebagai ruang pusaka, pustaka, dan pujangga. ''Festival itu sekaligus untuk menyongsong 106 Tahun Taman Sriwedari dan memulai sebuah gerakan kebudayaan yang mengembalikan taman itu sebagai salah satu pusat seni dan budaya masyarakat Solo,'' katanya. (sri-50) Sekeluarga Keracunan BOYOLALI - Darwadi (38) sekeluarga keracunan setelah makan jamur, Kamis (6/12) sore lalu. Beruntung dia dan istri beserta ketiga anaknya berhasil diselamatkan setelah dirawat di RS Simo, Boyolali. Jumat (7/12) siang kemarin, warga Desa Kepoh, Kecamatan Sambi, Boyolali itu sudah diizinkan oleh dokter untuk pulang ke rumah. Ditemui di sal anak RS Simo, Darwadi mengatakan dia menemukan jamur kayu di tempatnya bekerja, sebuah perusahaan mebel di Banjarsari, Solo. Jamur itu dibawanya pulang. Sesampai di rumah, jamur diserahkan kepada istrinya, Kusna (32), untuk dimasak. Dia meyakinkan sang istri, jamur itu enak dimakan. Jamur itu pun dimasak untuk lauk makan malam. ''Jamur itu bentuknya serupa dengan jamur yang biasa kami makan saat merantau di Lampung. Jamur itu tumbuh di pokok kayu, dan berwarna putih,'' katanya. (G10-58) BPOC Jateng Tes 72 Atlet PJP SOLO - Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) Jateng bakal menggelar tes prestasi kepada 72 atletnya yang masuk program pelatihan jangka panjang (PJP) Porcanas 2008, Sabtu-Minggu (8-9/12). Tes sekaligus evaluasi perkembangan kemampuan itu akan dilaksanakan di Solo, menggunakan sistem promosi-degradasi. Tolok ukur evaluasinya adalah hasil prestasi Jateng pada Porcanas Palembang tahun 2004. Kala itu BPOC Jateng duduk di peringkat kedua di bawah Jabar. ''Ini merupakan tes kedua. Yang pertama di- lakukan Agustus lalu. Jika nanti ada atlet yang kemampuannya justru merosot, akan diganti personal baru yang lebih berpotensi,'' kata Sekretaris BPOC Jateng Sudiarto Basuki, Jumat (7/12). Para atlet tersebut merupakan hasil selekda Jateng atas tujuh cabang olahraga yang juga diselenggarakan di Kota Bengawan, April lalu. (D11-50) |